BREAKING NEWS
 

PLN EPI Optimistis Target 3 Juta Ton Biomassa 2025 Tercapai

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Kamis, 21 Agustus 2025 20:59 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Nikson Silalahi optimistis target penyaluran 3 juta ton biomassa untuk cofiring pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2025 dapat tercapai.

Hal ini disampaikan Nikson dalam acara Nusantara Energi Forum 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

“Sampai bulan Juli 2025, PLN Energi Primer Indonesia sudah memasok hampir 1,2 juta ton dan kami bekerja keras supaya sampai Desember 2025 nanti apa yang menjadi target 3 juta ton bisa tercapai,” kata Nikson.

Nikson menjelaskan, PLN EPI telah membangun ekosistem rantai pasok biomassa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui empat hal.

Baca juga : Wagub Rano Optimistis Transaksi JITEX 2025 Tembus Rp 14 Triliun

Pertama, penanaman tanaman energi di lahan kering dan marginal berbasis masyarakat melalui koperasi, BUMDes, dan Gapoktan.

Kedua, pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan sebagai bahan baku biomassa.

Ketiga, pengembangan infrastruktur logistik berupa supply chain yang terdiri atas Sub Hub, Hub, dan Main Hub untuk pengumpulan, pengolahan, dan distribusi biomassa ke PLTU.

Adsense

“Serta keempat melibatkan koperasi sebagai penghubung antara petani dan fasilitas pengolahan serta untuk memperkuat ketahanan pasokan,” ungkap Nikson.

Baca juga : BRI Optimistis Kopdes Merah Putih Mampu Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan

Untuk memenuhi kebutuhan biomassa sebesar 10,2 juta ton per tahun, PLN EPI juga menjalankan sejumlah program.

Antara lain implementasi Green Economy Village (GEV) di Gunung Kidul, Cilacap, dan Tasikmalaya dengan penanaman lebih dari 953.000 bibit tanaman energi di lahan 760 hektar, serta pengembangan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman energi, pangan, dan peternakan.

Program tersebut telah melibatkan lebih dari 1.000 petani dan puluhan kelompok tani, dengan target implementasi cofiring di 52 PLTU dan realisasi di 48 lokasi hingga kuartal II 2025.

Nikson menambahkan, pengembangan teknologi cofiring memberikan hasil positif berupa pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 3,3 juta ton per tahun pada 2025.

Baca juga : GAN Optimistis Kopdes Merah Putih Bantu Perekonomian Rakyat

Peningkatan nilai kalori biomassa hingga 3.138 kCal/kg, serta diversifikasi jenis biomassa dari tiga jenis pada 2020 menjadi 14 jenis pada 2025, seperti kaliandra, gamal, indigofera, sekam padi, dan bonggol jagung.

Dari sisi ekonomi, harga biomassa disesuaikan secara kompetitif, yakni 85 persen hingga 120 persen dari harga batu bara, bergantung pada skema CIF (Cost, Insurance, and Freight) atau FOB (Free On Board) serta biaya transportasi.

Di akhir paparan, Nikson mengajak seluruh pihak untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi.

"PLN EPI berkomitmen menjadikan biomassa sebagai pilar penting dalam transisi energi nasional. Dengan sinergi semua pihak, kemandirian energi berbasis potensi dalam negeri dapat tercapai demi Indonesia yang berdaulat energi dan berkelanjutan," pungkas Nikson.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense