RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan kebijakan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hingga kini inflasi dan rupiah terpantau stabil.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya mengatakan, BI memastikan kebijakan ke depan yang diambil akan menjaga inflasi dan nilai tukar rupiah.
“Tetap memperhatikan prakiraan inflasi yang tetap rendah dalam sasaran. Juga stabilitas nilai tukar untuk mendorong ekonomi lebih unggul. Terutama, tanpa menimbulkan gangguan terhadap inflasi dan nilai tukar,” terang Juli dalam pelatihan wartawan BI di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025).
Juli menegaskan, BI tidak ingin langkah pelonggaran kebijakan moneter justru menimbulkan tekanan baru pada perekonomian. Karenanya, keputusan penurunan suku bunga akan selalu disesuaikan dengan kondisi makro ekonomi terkini.
Baca juga : Emak-emak Bakal Dilatih Sulap Sampah Jadi Cuan
BI memaparkan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2025 tetap terjaga rendah sebesar 2,37 persen (year on year/yoy) dan mendukung stabilitas perekonomian.
Capaian inflasi IHK ini ditopang inflasi inti dan Administered Prices (AP) yang menurun, serta inflasi Volatile Food (VF) yang terkendali.
Sementara dari sisi rupiah, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global dengan terus melakukan intervensi. Baik di offshore market Non Delivery Forward (NDF) maupun melalui Domestik NDF dan spot.
Tercatat, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada 2 April 2025 sebesar Rp 17.300, sekarang sudah menguat menjadi Rp 16.250 per dolar AS.
Baca juga : Tambah Alokasi KUR, Pemerintah Andalkan UMKM Kebut Pertumbuhan Ekonomi
Kemudian, BI juga telah membeli SBN (Surat Berharga Negara) dengan jumlah Rp 186 triliun. Serta memberikan insentif likuiditas kepada bank-bank, dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas pendukung Asta Cita, yang sekarang sudah mencapai Rp 384 triliun.
Atas berbagai indikator makro ekonomi tersebut, BI menilai pertumbuhan ekonomi tahun ini masih akan tumbuh kisarannya 4,6 persen sampai 5,4 persen.
“Salah satu pendorongnya investasi masih akan tumbuh kuat,” jelasnya.
Juli menambahkan, BI turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sejumlah kebijakan. Antara lain pemangkasan suku bunga BI Rate sebanyak lima kali sejak September 2024 sebesar 125 bps (basis poin), sehingga kini berada di level 5 persen, atau terendah sejak 2022.
Baca juga : Minta Amnesti Ke Prabowo, Noel Dicuekin Istana
Di kesempatan yang sama, Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Ronald D Parluhutan mengatakan, dengan pemangkasan BI Rate, maka suku bunga SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) juga akan diturunkan.
Adapun hingga 8 Agustus 2025 suku bunga SRBI tenor 12 bulan berada di angka 5,34 persen. Penurunan penerbitan SRBI dilakukan secara terukur.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.