BREAKING NEWS
 

BI Pastikan Inflasi Dan Rupiah Stabil

Suku Bunga Turun, Pacu Pebisnis Lebih Ekspansif

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 25 Agustus 2025 07:05 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan kebijakan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hingga kini inflasi dan rupiah terpantau stabil.

Direktur Departemen Ke­bijakan Ekonomi & Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya mengatakan, BI memastikan kebijakan ke depan yang diambil akan menjaga inflasi dan nilai tukar rupiah.

“Tetap memperhatikan pra­kiraan inflasi yang tetap rendah dalam sasaran. Juga stabilitas nilai tukar untuk mendorong ekonomi lebih unggul. Ter­utama, tanpa menimbulkan gangguan terhadap inflasi dan nilai tukar,” terang Juli dalam pelatihan wartawan BI di Yog­yakarta, Jumat (22/8/2025).

Juli menegaskan, BI tidak ingin langkah pelonggaran kebi­jakan moneter justru menimbul­kan tekanan baru pada pereko­nomian. Karenanya, keputusan penurunan suku bunga akan se­lalu disesuaikan dengan kondisi makro ekonomi terkini.

Baca juga : Emak-emak Bakal Dilatih Sulap Sampah Jadi Cuan

BI memaparkan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2025 tetap terjaga rendah sebe­sar 2,37 persen (year on year/yoy) dan mendukung stabilitas perekonomian.

Capaian inflasi IHK ini dito­pang inflasi inti dan Adminis­tered Prices (AP) yang menurun, serta inflasi Volatile Food (VF) yang terkendali.

Sementara dari sisi rupiah, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global dengan terus melaku­kan intervensi. Baik di off­shore market Non Delivery Forward (NDF) maupun melalui Domestik NDF dan spot.

Tercatat, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada 2 April 2025 sebesar Rp 17.300, sekarang su­dah menguat menjadi Rp 16.250 per dolar AS.

Baca juga : Tambah Alokasi KUR, Pemerintah Andalkan UMKM Kebut Pertumbuhan Ekonomi

Kemudian, BI juga telah membeli SBN (Surat Berharga Negara) dengan jumlah Rp 186 triliun. Serta memberikan insen­tif likuiditas kepada bank-bank, dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas pendu­kung Asta Cita, yang sekarang sudah mencapai Rp 384 triliun.

Atas berbagai indikator makro ekonomi tersebut, BI menilai pertumbuhan ekonomi tahun ini masih akan tumbuh kisarannya 4,6 persen sampai 5,4 persen.

“Salah satu pendorongnya investasi masih akan tumbuh kuat,” jelasnya.

Juli menambahkan, BI turut mendukung pertumbuhan eko­nomi melalui sejumlah kebi­jakan. Antara lain pemangkasan suku bunga BI Rate sebanyak lima kali sejak September 2024 sebesar 125 bps (basis poin), sehingga kini berada di level 5 persen, atau terendah sejak 2022.

Baca juga : Minta Amnesti Ke Prabowo, Noel Dicuekin Istana

Di kesempatan yang sama, Direktur Departemen Pengelo­laan Moneter dan Aset Seku­ritas BI Ronald D Parluhutan mengatakan, dengan pemang­kasan BI Rate, maka suku bunga SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) juga akan diturunkan.

Adsense

Adapun hingga 8 Agustus 2025 suku bunga SRBI tenor 12 bulan berada di angka 5,34 persen. Penurunan penerbitan SRBI dilakukan secara terukur.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense