Sebelumnya
Fajriyah mengatakan, kondisi ini karena ada unplanned shutdown (penghentian tak terencana) pemasok gas existing. Selain itu, lantaran beberapa tambahan pasokan gas yang masih proses finalisasi.
Deklarasi darurat pasokan gas itu pun disampaikan lewat surat bernomor 048800.PENG/PP/PDO/2025, yang diteken Direktur Utama PGN Arief S Handoko pada 15 Agustus 2025.
Lewat surat itu, Arief mengatakan, terjadi penurunan pasokan gas yang berdampak pada penyaluran gas untuk sementara waktu, kepada sebagian pelanggan PGN di Jawa Barat dan sebagian Sumatera.
Baca juga : Indonesia Menang Gugatan Di WTO, Uni Eropa Wajib Cabut Bea Imbalan Biodiesel
“Serta mempertimbangkan potensi meluasnya dampak tersebut kepada gangguan operasi sistem transmisi dan distribusi gas PGN, maupun pergerakan perekonomian nasional,” tulis Arief.
Meski demikian, PGN menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan ketersediaan pasokan gas bumi demi mendukung operasional seluruh pelanggan.
Khususnya, sektor industri yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional.
Baca juga : Karnaval Budaya Siapkan Surprise Untuk Penonton
Atas kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menggelar rapat dengan sejumlah pihak terkait.
Termasuk di dalamnya PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Rapat itu digelar tertutup di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Jakarta pada Sabtu (16/8/2025).
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, kelangkaan gas yang belakangan terjadi disebabkan sejumlah faktor.
Baca juga : Korupsi Bikin Malu dan Hancurkan Karier: Para Pejabat, Jangan Tiru Noel
Di antaranya, penurunan alamiah produksi (natural decline) di hulu, gangguan tidak terencana (unplanned shutdown) dari pemasok, mundurnya jadwal tambahan pasokan.
“Hingga belum adanya komitmen alokasi LNG untuk menutup defisit,” ujar Komaidi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Komaidi, kondisi tersebut terjadi karena Indonesia belum memiliki lembaga khusus, yang diberi mandat untuk mengkonsolidasikan pasokan gas dan memastikan ketersediaan di pasar domestik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.