Sebelumnya
Berdasarkan Data dari Mandiri Spending Index (MSI), pertumbuhan tahunan triwulan II-2025 didorong oleh kategori belanja yang terkait dengan leisures, mobility, dan juga educational services. Belanja masyarakat yang terkait dengan transportasi tumbuh 71 persen (yoy).
Menurut Andry, penduduk usia muda yang mendominasi struktur penduduk Indonesia menjadi faktor penting, yang mendorong pertumbuhan ekonomi sektoral terkait experience-based consumption.
“Sehingga segmen ini perlu dijaga, sebagai katalis positif pendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Namun terdapat beberapa tren perubahan yang perlu diantisipasi ke depan, seperti back to basic necessities. Hingga minggu ketiga Agustus, belanja supermarket tumbuh 4,2 persen dibandingkan akhir periode liburan, yang tertinggi dibandingkan sub-kelompok belanja lainya.
Baca juga : Exit Tol Cipete-Pondok Labu Ditutup Saat Jam Sibuk Sore
“Artinya, pasca libur sekolah, masyarakat kembali ke supermarket untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga,” ucapnya.
Selain itu, Bank Mandiri melihat terdapat kenaikan preferensi belanja masyarakat untuk experienced-based seperti makan di luar, traveling, dan transportasi dibandingkan pembelian barang (product-based).
“Hal ini tercermin dari index belanja experience-based yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2024,” jelasnya.
Selain konsumsi, investasi juga mengalami lonjakan signifikan, yakni tumbuh 6,99 persen yoy pada triwulan II-2025, terutama pada sektor mesin dan peralatan.
Baca juga : Cinta Laura, Belum Yakin Nikah Dengan Arya Vasco
Belanja Pemerintah mulai membaik, meski masih terkontraksi tipis minus 0,33 persen yoy. Sementara kinerja ekspor tetap positif, berkat langkah antisipatif eksportir yang mempercepat pengiriman barang sebelum penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat.
Andry melanjutkan, di dalam negeri, inflasi Juli 2025 tercatat 2,37 persen yoy, masih terkendali meski dipengaruhi biaya pendidikan dan harga pangan.
Pasar keuangan juga mulai stabil, yang didukung aliran modal asing. Hal ini memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5 persen pada Agustus 2025.
“Bank Mandiri memproyeksikan perekonomian Indonesia pada 2025 masih berpeluang tumbuh 4,96 persen di tengah berbagai tekanan global maupun domestik,” kata Andry.
Baca juga : Pasca Gelar OTT, KPK Duga Kerabat Noel Sembunyikan Tiga Mobil
Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan dukungan kebijakan countercyclical, yang mampu memberikan bantalan bagi perekonomian dalam menghadapi tekanan eksternal.
Andry mengatakan, dari sisi moneter, kebijakan BI diperkirakan tetap akomodatif, seiring masih terbukanya ruang pelonggaran apabila stabilitas harga terjaga dan risiko eksternal dapat dimitigasi.
“Sementara, kebijakan fiskal juga perlu lebih akomodatif, dengan percepatan realisasi belanja agar dapat berperan sebagai penopang perekonomian di tengah tingginya ketidakpastian global,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.