Dark/Light Mode

Sekjen Golkar Bicara Isi Pertemuan Dengan Presiden

Sesama Mitra Koalisi Harus Saling Sayang

Jumat, 29 Agustus 2025 07:20 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. (Foto: Fitri/RM)
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. (Foto: Fitri/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar makin lengket dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan mesra itu kian nyata setelah pertemuan elite Beringin di Istana, Rabu (27/8/2025) siang. Durasi obrolan yang tembus hampir tiga jam jadi bukti, Prabowo nyaman dengan Golkar.

Hal itu diungkap Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, saat ngobrol blak-blakan di Podcast Ngegas yang dipandu editor Rakyat Merdeka, Siswanto, Kamis (28/8/2025).

Awalnya, Siswanto menyinggung soal kehadiran rombongan Golkar yang dipimpin Bahlil Lahadalia ke Istana. Spekulasi pun bermunculan. Apakah itu terkait kabar Munaslub Golkar yang kabarnya direstui Istana?

Sarmuji buru-buru membantah. Kata dia, pertemuan itu sudah direncanakan sejak 6 bulan lalu. Sebagai anggota koalisi yang memiliki kursi terbanyak di DPR dan mendapatkan jatah kabinet terbanyak, Golkar merasa harus bertemu langsung dengan Presiden.

Menurut Sarmuji, Golkar ke Istana semata untuk mendengar langsung gagasan besar Presiden, sekaligus menyampaikan dukungan penuh pada pemerintah. “Presiden punya visi besar, program bagus. Kami bangga jadi bagian koalisi dan siap dukung penuh,” tegas Ketua Fraksi Golkar di DPR itu.

Baca juga : Niti Emiliana: Sosialisasi Secara Matang, Agar Tidak Jadi Bumeran

Lebih jauh, Sarmuji menilai Prabowo serius mewujudkan cita-cita pendiri bangsa yang tertulis dalam UUD 1945. “Di era Pak Prabowo ini, konstitusi coba diwujudkan secara nyata. Mudah-mudahan bisa jadi kenyataan dengan dukungan Golkar,” tambahnya.

Selain itu, Golkar juga aktif memberi masukan soal ekonomi, hukum, dan sistem politik. Namun, ada satu hal yang menurutnya problematik: putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pemilu nasional dan daerah.

“Banyak pakar bilang putusan itu melanggar UUD. Kayak kita berhadapan dengan senior. Pasal 1: senior nggak pernah salah. Pasal 2: kalau senior salah, kembali ke Pasal 1,” sindirnya.

Lantas, apakah Prabowo sayang sama Golkar? Sarmuji tak menampik. “Sesama mitra koalisi memang harus saling sayang. Presiden selalu dorong agar semua mitra saling menjaga dan menguatkan,” jelasnya.

Dalam pertemuan di Istana, Prabowo sempat mengutip falsafah Jawa: Semu Bupati, Esem Mantri, Dhupak Kuli. Tapi ada istilah lain yang lebih bikin Sarmuji tertarik, yakni “batin raja/ratu.”

Baca juga : Sartono Hutomo: Pemakaian NIK Lebih Efektif Dan Tepat Sasaran

Menurut dia, raja dalam konteks itu adalah presiden. Artinya, koalisi harus bisa membaca suasana kebatinan Prabowo. “Kita harus pasang radar agak tinggi. Bisa merasakan tanpa menyentuh. Gimana batinnya raja, batinnya presiden. Itu penting,” ucapnya.

Soal apakah Prabowo happy dengan kabinet? Sarmuji menilai tak gampang dibaca. Tapi soal Golkar, ia yakin Presiden nyaman. “Kalau nggak happy, pasti pertemuan singkat. Kemarin ngobrol sampai 2,5-3 jam. Kalau orang betah duduk lama, berarti lawan bicaranya menyenangkan,” katanya.

Ia mengakui, saat ini masa transisi tidak mudah. Ada resistensi, ada riak-riak. Tapi Golkar berkomitmen membantu mengomunikasikan langkah besar Prabowo kepada publik. “Komunikator politik Presiden harus presisi baca alam pikir Presiden. Batin raja itu juga termasuk alam pikirnya. Kalau nggak bisa menyelami, sulit komunikasikan ke masyarakat,” tandasnya.

Sarmuji menutup dengan keyakinan, semakin ke depan, hubungan Prabowo dan Golkar bakal makin rekat. “Dengan Golkar, Prabowo bukan cuma nyaman. Beliau merasa punya partner yang ngerti isi kepala dan isi hati Presiden,” pungkasnya.

Terkait dengan tugas di DPR, Sarmuji menjamin Golkar akan mendukung program prioritas dari Presiden. Dukungan itu diberikan, bukan karena Golkar berstatus sebagai anggota koalisi pemerintah.

Baca juga : Ayo, Atasi KLB Campak

“Karena memang program-program Pak Presiden itu sangat mulia. Sudah sepantasnya kami dukung,” tegasnya.

Kendati demikian, Sarmuji menegaskan Fraksi Golkar di DPR tidak melarang kadernya untuk bersikap kritis di Pemerintah. Selama kritik yang dibangun itu bersifat konstruktif dan memberikan solusi.

“Pengawasan tetap berjalan. Kader-kader kami cukup kritis. Bahkan, menteri yang dari Golkar pun ikut dikritik juga,” pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.