Dark/Light Mode

Mandiri Komit Jaga Pertumbuhan Bisnis

Kinerja Perbankan Moncer, Ekonomi RI Tahan Banting

Sabtu, 30 Agustus 2025 06:30 WIB
(Dari kanan) Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Head of Mandiri Institute Bank Mandiri Andre Simangunsong, dan Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer, berbincang di sela pemaparan Indonesia Economic Outlook Mandiri Group Triwulan III-2025 di Menara Mandiri 2, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Foto: AMA/RM)
(Dari kanan) Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Head of Mandiri Institute Bank Mandiri Andre Simangunsong, dan Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer, berbincang di sela pemaparan Indonesia Economic Outlook Mandiri Group Triwulan III-2025 di Menara Mandiri 2, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Foto: AMA/RM)

 Sebelumnya 
Berdasarkan Data dari Mandiri Spending Index (MSI), pertum­buhan tahunan triwulan II-2025 didorong oleh kategori belanja yang terkait dengan leisures, mo­bility, dan juga educational ser­vices. Belanja masyarakat yang terkait dengan transportasi tum­buh 71 persen (yoy).

Menurut Andry, penduduk usia muda yang mendominasi struktur penduduk Indonesia menjadi faktor penting, yang mendorong pertumbuhan ekono­mi sektoral terkait experience-based consumption.

“Sehingga segmen ini perlu dijaga, sebagai katalis positif pendorong pertumbuhan eko­nomi,” katanya.

Namun terdapat beberapa tren perubahan yang perlu dianti­sipasi ke depan, seperti back to basic necessities. Hingga minggu ketiga Agustus, belanja supermarket tumbuh 4,2 persen dibandingkan akhir periode liburan, yang tertinggi dibandingkan sub-kelompok belanja lainya.

Baca juga : Exit Tol Cipete-Pondok Labu Ditutup Saat Jam Sibuk Sore

“Artinya, pasca libur seko­lah, masyarakat kembali ke supermarket untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga,” ucapnya.

Selain itu, Bank Mandiri meli­hat terdapat kenaikan preferensi belanja masyarakat untuk expe­rienced-based seperti makan di luar, traveling, dan transportasi dibandingkan pembelian barang (product-based).

“Hal ini tercermin dari index belanja experience-based yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2024,” jelasnya.

Selain konsumsi, investasi juga mengalami lonjakan signifi­kan, yakni tumbuh 6,99 persen yoy pada triwulan II-2025, terutama pada sektor mesin dan peralatan.

Baca juga : Cinta Laura, Belum Yakin Nikah Dengan Arya Vasco

Belanja Pemerintah mulai membaik, meski masih terkon­traksi tipis minus 0,33 persen yoy. Sementara kinerja ekspor tetap positif, berkat langkah antisipatif eksportir yang mem­percepat pengiriman barang se­belum penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat.

Andry melanjutkan, di dalam negeri, inflasi Juli 2025 tercatat 2,37 persen yoy, masih terken­dali meski dipengaruhi biaya pendidikan dan harga pangan.

Pasar keuangan juga mulai stabil, yang didukung aliran modal asing. Hal ini memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5 persen pada Agustus 2025.

“Bank Mandiri memproyek­sikan perekonomian Indonesia pada 2025 masih berpeluang tumbuh 4,96 persen di tengah berbagai tekanan global maupun domestik,” kata Andry.

Baca juga : Pasca Gelar OTT, KPK Duga Kerabat Noel Sembunyikan Tiga Mobil

Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan dukungan kebijakan countercyclical, yang mampu memberikan bantalan bagi perekonomian dalam meng­hadapi tekanan eksternal.

Andry mengatakan, dari sisi moneter, kebijakan BI diperki­rakan tetap akomodatif, seiring masih terbukanya ruang pelong­garan apabila stabilitas harga terjaga dan risiko eksternal dapat dimitigasi.

“Sementara, kebijakan fiskal juga perlu lebih akomodatif, dengan percepatan realisasi belanja agar dapat berperan sebagai penopang perekonomian di tengah tingginya ketidakpastian global,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.