BREAKING NEWS
 

Di Era Digital

Bank Kudu Gandeng Fintech, Dan Pemerintah Bekali SDM

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : FAZRY
Senin, 10 Februari 2020 22:25 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Doktor Multidisiplin (FDM) mengingatkan industri perbankan untuk lebih aktif merangkul startup di bidang Financial Technology (Fintech).

Selain itu, tenaga kerja juga perlu disiapkan sesuai kebutuhan dunia usaha.

Pakar perbankan Yunisyaaf Y. Arif melihat perkembangan Fintech makin pesat dari waktu ke waktu.

Menurutnya, Fintech atau dalam bahasa Indonesia diistilahkan Teknologi Finansial (Tekfin) di era digital, sangat bagus jika bisa bekerjasama dengan perbankan.

"Disini kami ingin mengimbau agar tidak ada perbankan yang justru menghindari Tekfin. Jangan menghindari tapi harus merangkulnya," katanya dalam seminar FDM bertema Legal and Business in Digital Economy Era di Jakarta, Senin (10/1).

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut antara lain Yuli Teguh Hidayat dan Pandu Patriadi.

Baca juga : Harga Gas Industri Turun, DPR Minta Pemerintah Beri Insentif

Yunisyaaf melanjutkan, Bank dan Tekfin memiliki segmen dan keunggulan masing-masing. Dia menjelaskan Bank memiliki sistem yang prudent atau prinsip kehati-hatian yang tinggi, sehingga tingkat kredit macetnya dapat dikendalikan.

Namun dengan semakin tumbuh dan berkembangnya model bisnis di era digital, maka bank perlu melakukan penyesuaian, sehingga dapat lebih cepat tanggap dengan tingkat akurasi yang lebih baik dalam melakukan assessment kelayakan aplikasi pinjaman, maupun profil calon nasabah.

"Kecepatan respon sangat diperlukan untuk akselerasi keputusan kredit," sebutnya.

Disinilah Bank perlu berkolaborasi yang baik dengan Tekfin yang memiliki kelebihan yang berbeda.

Pertama, dia bilang Tekfin memiliki tingkat jangkauan data yang lebih luas dengan tingkat pemerosesan aplikasi pinjaman yang lebih cepat dan akurat.

Adsense

“Tekfin memiliki tingkat fleksibilitas layanan yang tinggi dan cepat serta tingkat jangkauan nasabah yang lebih luas,” jelas Yunisyaaf.

Baca juga : Bank Dan Fintech Didorong Bisa Berkolaborasi

Kedua, Bank juga secara tidak langsung dapat memanfaatkan Tekfin sebagai front-liner (saluran) maupun back office yang handal yang memiliki kemampuan kecepatan melakukan proses yang tepat dan cepat.

“Bahkan dalam hubungan kerjasama antara Nank dan Tekfin, Bank bisa berperan sebagai “super-lender” yaitu sebagai sumber dana.

Sehingga bank bisa sekaligus memperluas jaringan dan jangkauannya di seluruh Indonesia atau bahkan hingga ke luar negeri,” tambahnya.

Pengamat kebijakan publik, Yulius Ibnoe memandang di era serba digital seperti sekarang sumber daya manusia (SDM) juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha.

Dia bilang, saat ini butuh langkah strategis dan praktis yang harus dilakukan stakeholders di Indonesia terkait kesiapan SDM dalam menghadapi era Industri 4.0.

SDM perlu diperhatikan karena 60 persen angkatan kerja di Indonesia berpendidikan SMP ke bawah. “Mereka ini mudah terkena dampak otomatisasi di era Industri 4.0,” kata Yulius.

Baca juga : Draf RUU Omnibus Law Yang Beredar Bukan Dari Pemerintah

Disamping itu, 50 persen tenaga kerja Indonesia mendapatkan kesenjangan antara pendidikan vokasi yang didapat dengan kebutuhan dunia industri.

"Maka, Indonesia sangat perlu menyiapkan SDM untuk mendukung transformasi ekonomi di era digital.” katanya.

Kesiapan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk transformasi ekonomi di era Industri 4.0 harus ditingkatkan, salah satunya lewat pendidikan vokasi.

Yulius menekankan agar vokasi bisa lebih dikembangkan di berbagai bidang termasuk di bidang yang mendukung ekonomi digital atau lainnya.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pendidikan dan pelatihan ketrampilan yang lebih banyak. Hal ini perlu, karena banyak lulusan kita yang belum siap kerja setelah lulus sekolah.

Selain pendidikan vokasi, Yulius juga menegaskan, tentang pentingnya Pendidikan soft skill dan karakter, agar pekerja Indonesia dapat berkembang dan berhasil dalam dunia kerja. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense