BREAKING NEWS
 

Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil

Investor Diimbau Percaya Fakta, Bukan Isu Medsos

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 3 September 2025 06:35 WIB
Bank Indonesia (BI) menegaskan nilai tukar rupiah stabil. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah tetap stabil di tengah maraknya aksi unjuk rasa belakangan ini. Hal ini mematahkan sejumlah prediksi yang menyebut rupiah akan melemah. Melihat perkembangan ini, investor diimbau agar tidak mempertimbangkan isu di media sosial (medsos) dalam mengambil keputusan investasi. Namun, berdasarkan kondisi yang faktual.

Bank Indonesia (BI) menegaskan, akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likui­ditas rupiah.

Hal ini menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi potensi pelemahan nilai tukar ru­piah di tengah situasi aksi protes di Jakarta dan berbagai kota di Indonesia akhir pekan lalu.

Kepala Departemen Pengelo­laan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, Bank Sentral berada di pasar untuk memastikan nilai tukar ru­piah bergerak sesuai nilai funda­mentalnya, melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik.

“Dalam kaitan ini, Bank Indo­nesia terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk in­tervensi NDF (Non-Deliverable Forward) di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF (Domestic Non Deliverable For­ward) dan SBN (Surat Berharga Negara) di pasar sekunder,” ujar Erwin dalam keterangan res­minya, Senin (1/9/2025).

Baca juga : Pasokan BBM Aman, Tak Ada Kelangkaan

Pihaknya juga menjaga kecu­kupan likuiditas rupiah, dengan membuka akses likuiditas ke­pada perbankan melalui tran­saksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending atau fi­nancing facility.

Adapun dalam pembukaan perdagangan pada Senin (1/9/2025), di Jakarta, nilai tukar rupiah tercatat Rp 16.472 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 28 poin atau 0,17 persen dibanding penutupan perda­gangan Jumat sore (29/8/2025), yang sempat menyentuh Rp 16.500 per dolar AS.

Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengimbau, para investor untuk tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan isu yang beredar di media sosial maupun masyarakat.

Adsense

“Saya mengimbau kepada para investor agar bijak dalam berinvestasi. Tidak berdasarkan rumor, tetapi fakta yang faktual. Itu yang penting dalam kondisi saat ini,” ujar Inarno usai Konfe­rensi Pers Stabilitas Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025).

Menanggapi ini, analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengapresiasi Bank Indonesia, yang telah bergerak cepat dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga : Masyarakat Jangan Panik Berbelanja, Stok Pangan Di Jakarta Cukup Untuk Dua Bulan

“Semula ada prediksi ru­piah melemah di tengah kondisi demonstrasi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Tapi ternyata, justru menguat karena Bank Indonesia bergerak cepat dengan (intervensinya) NDF, DNDF dan lainnya,” ujar Ibrahim ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin

Selain itu, aksi demonstrasi yang terjadi kali ini lebih dituju­kan pada kekecewaan masyara­kat terhadap sikap anggota DPR, yang dinilai tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat.

“Kita lihat, yang didemo kan anggota dewan. Ada orang-orang tertentu yang disasar. Pengrusakan atau pembakaran terjadi juga bukan di tempat-tempat yang menjadi sentra ke­giatan ekonomi. Jadi, nilai tukar rupiah pun masih bisa terjaga,” nilai Ibrahim.

Karenanya ia berharap, Pemerintah bisa segera mengatasi kondisi saat ini dan ke depan­nya agar kembali berangsur kondusif.

“Tentu kita tidak ingin, semua ini merembet pada hal tidak terduga lainnya, yang dapat mengganggu jalannya kegiatan ekonomi,” warning-nya.

Baca juga : Noel Bilang Tak Diumpetin, Bakal Diserahkan Ke KPK

Ibrahim menambahkan, sem­pat melemahnya dolar AS pada perdagangan Senin (1/9/2025), lebih dikarenakan para investor meningkatkan taruhan mereka pada penurunan suku bunga pada September 2025, setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS terbaru sebagian besar sesuai dengan perkiraan.

“Menurut perangkat CME (Chicago Mercantile Exchange) FedWatch, pasar memperki­rakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini mendekati 90 persen,” tukasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense