Dark/Light Mode

Tenangkan Pasar, Airlangga: Fundamental Ekonomi Kita Tangguh

Selasa, 2 September 2025 08:17 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta para pengusaha dan investor tetap tenang di tengah ramainya demo yang terjadi di Tanah Air beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih tangguh.

“Untuk pelaku pasar modal, saya ingin menegaskan bahwa Pemerintah mempunyai kapasitas dan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya saat konferensi pers mengenai kondisi ekonomi terkini di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Airlangga didampingi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.

Menurut Airlangga, di tengah dinamika sosial politik, perekonomian Indonesia berada pada jalur positif. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12 persen (yoy).

PMI Manufaktur Agustus juga kembali ekspansi ke angka 51,5 persen atau naik dari 49,2 persen di Juli. Tren peningkatan juga terlihat dari impor barang modal dan aktivitas industri pengolahan yang terus tumbuh.

Baca juga : Sri Mul Perlu Lebih Rendah Hati

Selain itu, kata Airlangga, pasar modal mencatat momentum positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh rekor tertinggi 8.000 pada akhir Agustus 2025.

Pemerintah juga menyiapkan strategi komprehensif Semester II-2025, termasuk percepatan realisasi belanja negara, stimulus tambahan, dan program untuk mendorong konsumsi masyarakat. Beberapa program yang dipercepat antara lain di sektor perumahan, pariwisata, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Belanja modal Pemerintah juga didorong untuk mempercepat perputaran ekonomi dan memperkuat konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan,” katanya.

Di bidang ketenagakerjaan, kata Airlangga, Pemerintah membentuk Satgas Pencegahan PHK untuk melindungi kesejahteraan pekerja dan membuka lapangan kerja baru. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan keberpihakan pada rakyat, terutama kelompok rentan.

Ia juga menegaskan, cadangan devisa tetap kuat di level 152 miliar dolar AS. Selain itu, sistem perbankan nasional sehat, dan koordinasi antarotoritas berjalan efektif.

Baca juga : Anggota DPR Ngaca, Jaga Sikap, Merakyat

Inflasi Agustus tercatat deflasi 0,08 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,31 persen (yoy), masih dalam sasaran 2,5 persen. Daya beli masyarakat tetap terjaga berkat inflasi inti 2,17 persen (yoy) serta penurunan harga pangan akibat panen raya.

Di sisi perdagangan, neraca Juli mencatat surplus 4,17 miliar dolar AS. Ekspor tumbuh 5,6 persen (mtm) menjadi 24,75 miliar dolar AS. Lebih tinggi dari impor 20,57 miliar dolar AS. Surplus dengan Amerika Serikat mencapai 2,2 miliar dolar AS di sektor non-migas.

Airlangga menilai, capaian ini sebagai sinyal optimisme. Pemerintah akan menjaga momentum melalui kebijakan seperti Kredit Industri Padat Karya dan program Harbolnas untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri.

Eks Ketua Umum Golkar juga menyampaikan pesan Presiden yaitu bagaimana  menjaga persatuan dan kesatuan adalah kunci. Dengan semangat “Indonesia Incorporated”, seluruh komponen bangsa diajak menjaga stabilitas sosial dan ekonomi agar pembangunan tidak terganggu.

Dia menambahkan, Pemerintah berkomitmen menjaga komunikasi dengan pelaku pasar, emiten, dan investor agar rencana investasi berjalan lancar. “Stabilitas pasar merupakan tanggung jawab bersama. Kami mendorong dunia usaha tetap tenang dan optimis,” kata Airlangga.

Baca juga : Parlemen Undang Masyarakat Dan Mahasiswa Dialog Langsung

Optimisme juga datang dari Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed. Ia menilai, Indonesia berpeluang naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi melalui reformasi struktural, investasi pendidikan, dan penguatan infrastruktur. “Negara ini terus berada di radar investor dunia,” ujarnya.

Saeed menekankan, empat pilar reformasi penting agar Indonesia bisa mempercepat transformasi ekonomi. Pertama, program kepemimpinan berbasis kecerdasan buatan untuk generasi muda. Pilar kedua, pendidikan gratis bahasa Inggris dan matematika. Pilar ketiga, kolaborasi erat antara dunia industri dan akademik. Sedangkan pilar keempat; investasi berkelanjutan di infrastruktur.

Dengan reformasi yang konsisten, pendapatan per kapita diproyeksikan naik dari sekitar 5.100 dolar AS pada 2023 menjadi 7.200 dolar AS pada 2028. “Ini akan menempatkan Indonesia secara tegas di kategori upper-middle income sekaligus menjadi magnet investasi global,” kata Saeed.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.