Dark/Light Mode

Jenguk Polisi Dan Warga

Prabowo: Polisi Yang Terluka Saat Jaga Demo Naik Pangkat

Selasa, 2 September 2025 07:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk polisi dan masyarakat korban demo anarkis yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Foto: Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk polisi dan masyarakat korban demo anarkis yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senin (1/9/2025) sore, Presiden Prabowo Subianto mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta. Kedatangan Presiden untuk jenguk warga dan polisi yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi. Dalam kunjungannya itu, Presiden membawa kabar bahagia bagi personel yang terluka.

“Polisi yang terluka saat jaga demo akan dinaikkan pangkatnya,” ujar Presiden.

Prabowo tiba di RS sekitar pukul 14.30 WIB dengan mengendarai Maung Garuda, didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mengenakan safari krem dan topi biru, Prabowo langsung masuk ke ruang perawatan. Di sana ada 17 korban luka-luka: 14 anggota Polri dan 3 masyarakat sipil.

Baca juga : Menko Polkam: Situasi Semakin Kondusif, Mari Rajut Persatuan Jaga Kedamaian

Satu per satu korban dihampiri, menyapa dan berbincang sebentar. Tak lama setelah itu, Prabowo kaluar ruang perawatan dan memberikan keterangan pers. Dengan didampingi Kapolri, Prabowo tampak sedih ketika membagikan ceritanya membesuk korban demo.

“Saya hari ini merasa terpanggil harus nengok petugas-petugas kita, prajurit kepolisian yang cidera,” kata Prabowo kepada wartawan.

Di RS Polri Kramat Jati, tambahnya, terdapat 17 korban luka yang masih mendapatkan perawatan intensif. “Selama ini ada lebih dari 43 yang cedera, sebagian besar sudah pulang, sekarang masih 17 ada di sini, 14 anggota dan 3 masyarakat,” sambung Kepala Negara.

Baca juga : Demonstran Dilindungi, Perusuh Harus Ditindak

Dengan nada sedih, Presiden menceritakan kondisi korban yang ditemuinya di RS. Kondisinya macam-macam. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang turut menjadi korban.

Padahal, ibu tersebut hanya mau pergi ke pasar. Namun, motor yang ia kendarai direbut paksa demonstran hingga akhirnya menyebabkan luka-luka dan patah tulang karena penganiayaan.

“Ini jelas bukan demonstran, tapi perusuh,” tegasnya.

Baca juga : Sudin Berpeluang Pimpin DPD PDIP Lampung Lagi

Prabowo juga menyebut ada korban yang harus mengalami operasi tempurung kepala. Tempurung kepala si korban sampai harus diganti dengan titanium. “Ada yang tangannya putus dan sebagainya, alhamdulillah dapat disambung lagi,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga korban yang kondisinya cukup parah. Ginjalnya rusak akibat diinjak-injak saat kerusuhan terjadi. “Jadi korban sekarang harus dicuci darah. Saya tidak tahu, tapi kalau perlu kita cari transplantasi, kalau tidak bisa diperbaiki ginjal ini sangat berat,” tambah Prabowo.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.