BREAKING NEWS
 

Inflasi Terkendali, Harga Barang Stabil

Fundamental Kuat Ekonomi Kinclong

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 7 September 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meski terjadi gejolak sosial. Inflasi terkendali, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur kembali ekspansi dan neraca perdagangan surplus 63 bulan beruntun.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tiga indikator makroekonomi pada awal September 2025 me­negaskan kekuatan tersebut.

“Inflasi Agustus 2025 tetap terkendali, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur kembali ke zona ekspansi dan surplus neraca perdagangan yang berlanjut hingga bulan ke-63 berturut-turut,” kata Air­langga dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Per­ekonomian, Selasa (2/9/2025).

Baca juga : Kopdes Dan Warung Didorong Bersinergi, Bukan Bersaing

Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus tercatat deflasi 0,08 persen month to month (mtm), inflasi 2,31 persen year on year (yoy) dan 1,60 persen year to date (ytd).

Realisasi inflasi inti naik tipis 0,06 persen (mtm) dan 2,17 persen (yoy). Airlangga menilai, capaian tersebut menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pemerintah, lanjut Airlangga, fokus menjaga stabilitas harga pangan pokok, terutama beras. Dengan target penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 1,3 juta ton hingga akhir 2025.

Baca juga : Bus Stop Perlu Beratap Dan Fasilitas Untuk Duduk

Akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian dan Kredit Usaha Alat Mesin Pertanian (Alsintan) juga terus dioptimalkan. Hingga Agustus 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 60,93 triliun dari total alokasi Rp 287,47 triliun.

“Pemerintah juga berkomitmen menjaga daya beli melalui stimulus ekonomi berupa diskon transpor­tasi yang akan kembali dilanjutkan periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Airlangga.

Menurutnya, surplus neraca perdagangan Juli 2025 mencapai 4,17 miliar dolar AS atau sekitar Rp 68,57 triliun, naik 1,71 persen (mtm). Nilai ekspor tumbuh 5,6 persen (mtm) menjadi 24,75 miliar dolar AS atau Rp 406,56 triliun, lebih tinggi dibanding impor sebesar 20,57 miliar dolar AS atau Rp 338,24 triliun.

Baca juga : Italia Bak Badak Seperti Gattuso

Airlangga juga mengatakan, kinerja manufaktur actor kem­bali menguat. PMI Manufaktur Indonesia naik ke angka 51,5 pada Agustus 2025 dari posisi 49,2 bulan sebelumnya.

Adsense

“Kembalinya PMI manufaktur ke zona ekspansi menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi actor. Termasuk optimisme pelaku usaha yang semakin menguat, seiring dengan daya beli masyarakat yang terjaga,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense