RM.id Rakyat Merdeka - Fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meski terjadi gejolak sosial. Inflasi terkendali, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur kembali ekspansi dan neraca perdagangan surplus 63 bulan beruntun.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tiga indikator makroekonomi pada awal September 2025 menegaskan kekuatan tersebut.
“Inflasi Agustus 2025 tetap terkendali, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur kembali ke zona ekspansi dan surplus neraca perdagangan yang berlanjut hingga bulan ke-63 berturut-turut,” kata Airlangga dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (2/9/2025).
Baca juga : Kopdes Dan Warung Didorong Bersinergi, Bukan Bersaing
Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus tercatat deflasi 0,08 persen month to month (mtm), inflasi 2,31 persen year on year (yoy) dan 1,60 persen year to date (ytd).
Realisasi inflasi inti naik tipis 0,06 persen (mtm) dan 2,17 persen (yoy). Airlangga menilai, capaian tersebut menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pemerintah, lanjut Airlangga, fokus menjaga stabilitas harga pangan pokok, terutama beras. Dengan target penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 1,3 juta ton hingga akhir 2025.
Baca juga : Bus Stop Perlu Beratap Dan Fasilitas Untuk Duduk
Akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian dan Kredit Usaha Alat Mesin Pertanian (Alsintan) juga terus dioptimalkan. Hingga Agustus 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 60,93 triliun dari total alokasi Rp 287,47 triliun.
“Pemerintah juga berkomitmen menjaga daya beli melalui stimulus ekonomi berupa diskon transportasi yang akan kembali dilanjutkan periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Airlangga.
Menurutnya, surplus neraca perdagangan Juli 2025 mencapai 4,17 miliar dolar AS atau sekitar Rp 68,57 triliun, naik 1,71 persen (mtm). Nilai ekspor tumbuh 5,6 persen (mtm) menjadi 24,75 miliar dolar AS atau Rp 406,56 triliun, lebih tinggi dibanding impor sebesar 20,57 miliar dolar AS atau Rp 338,24 triliun.
Baca juga : Italia Bak Badak Seperti Gattuso
Airlangga juga mengatakan, kinerja manufaktur actor kembali menguat. PMI Manufaktur Indonesia naik ke angka 51,5 pada Agustus 2025 dari posisi 49,2 bulan sebelumnya.
“Kembalinya PMI manufaktur ke zona ekspansi menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi actor. Termasuk optimisme pelaku usaha yang semakin menguat, seiring dengan daya beli masyarakat yang terjaga,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.