Sebelumnya
“Serta menyiapkan dana cadangan untuk menghadapi potensi klaim yang besar,” katanya.
Terpisah, Chief Economist Global dari IQI Global, Kuala Lumpur Shan Saeed berharap, dengan Purbaya menjadi Menteri Keuangan, perekonomian semakin baik.
“Dalam hal ini, sinergi bersama LPS, Kemenkeu dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mendukung program ekonomi Pemerintah,” kata Saeed kepada Rakyat Merdeka, kemarin
Saeed lantas menyinggung reputasi Purbaya sebagai ekonom berpengalaman. Menurutnya, Purbaya akan membuka ruang optimisme, bahwa stabilitas makro ekonomi tetap terjaga, dan mendukung nilai tukar rupiah dan pasar obligasi Pemerintah.
Baca juga : Reshuffle Kabinet Peluang Perbaiki Tata Kelola Fiskal
Dia juga mengutip pernyataan Purbaya, yang dinilainya menjadi pesan ramah bagi investor. Purbaya menekankan pentingnya percepatan pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.
“Pendekatan ganda ini memberikan jaminan bahwa Indonesia akan tetap kredibel di mata investor domestik dan internasional, sekaligus memperkuat kepercayaan jangka menengah,” sebutnya.
Menurut Saeed, Indonesia kini berada di titik krusial dalam perjalanan ekonominya. Kemenkeu dan LPS dengan pimpinan baru, berpeluang membangun narasi pertumbuhan baru yang menegaskan posisi sebagai kekuatan ekonomi utama Association Southeast Asia Nations (ASEAN), sekaligus menunjukkan kematangan ekonomi jangka panjang kepada pasar global.
Sebelumnya diketahui, hasil Seleksi Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) periode pertama Calon Ketua dan Anggota DK LPS 2025-2030 pada Juli 2025, terdapat 12 orang calon yang dinyatakan lolos seleksi.
Baca juga : Halte Jaga Jakarta Jadi Alarm Dampak Amarah
Penetapan hasil seleksi tersebut dituangkan dalam Pengumuman Nomor PENG-3/PANSEL-DKLPS/2025 tentang Hasil Seleksi Kelayakan dan Kepatutan Periode Pertama Pemilihan Calon Ketua dan Anggota DK LPS Periode 2025-2030.
Seluruh Calon Ketua dan Anggota DK LPS yang telah lulus Seleksi Kelayakan dan Kepatutan Periode Pertama wajib mengikuti Seleksi Kelayakan dan Kepatutan Periode Kedua yang meliputi Asesmen Kompetensi dan Wawancara.
Ke-12 nama tersebut adalah Risk Management and Compliance Director PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk Agresius R Kadiaman, Direktur Eksekutif Hukum Lembaga Penjamin Simpanan Ary Zulfikar, Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik Lembaga Penjamin Simpanan Dwityapoetra Soeyasa Besar.
Kemudian, Komisaris Independen PT Asuransi Jasa Tania Tbk Ferdinan Dwikoraja Purba, Kepala Kantor Manajemen Risiko, Kepatutan , dan Tata Kelola Lembaga LPS Hermawan Setyo Wibowo, Dosen Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Muhammad Iman Nuril Hidayat Budi Pinuji.
Baca juga : Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Dua Rumah Senilai Rp 6,5 Miliar
Lalu, Tenaga Ahli Anggota BPK VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Robin Indrajid Hattari, Purnabakti Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Sis Apik Wijayanto, Deputi Komisioner Pengawas Konglomerasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat, Advisor Bank Indonesia (BI) Wahyu Pratomo, dan ex-Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadewa. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.