RM.id Rakyat Merdeka - Ditjen PKH dan Pos Indonesia meneken MoU untuk memperkuat distribusi logistik peternakan hingga pelosok negeri.
Suasana hangat menyelimuti pertemuan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian dan PT Pos Indonesia (Persero). Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan lahirnya kesepakatan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pemanfaatan Layanan Jasa untuk Mendukung Tugas dan Fungsi Ditjen PKH dengan PT Pos Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, menyampaikan optimisme atas sinergi yang dibangun. Kerja sama ini bukan hanya soal mengantarkan barang dari satu titik ke titik lain. Ini adalah tentang memastikan vaksin, pakan, dan obat-obatan ternak sampai tepat waktu, bahkan hingga desa-desa terpencil.
“Ini tentang menjamin keberlanjutan peternakan kita dan memperkuat ketahanan pangan bangsa,” tegas Endy.
Baca juga : Nestlé Indonesia Menang Penghargaan Berkat Inovasi Boiler Sekam Padi
Pos Indonesia menghadirkan kekuatan logistik dengan jaringan lebih dari 22.000 titik layanan yang tersebar hingga pelosok negeri. Ditambah dengan kemampuan cold chain logistics, produk sensitif seperti vaksin, embrio, dan bibit dapat terjamin kualitasnya selama perjalanan.
Endy menegaskan, pihaknya siap mendukung penuh Ditjen PKH dalam mendistribusikan kebutuhan peternakan dari gudang vaksin hingga ke kandang ternak di desa. “Sistem logistik yang kami miliki mampu menjangkau dari pusat hingga ke daerah terpencil, sehingga tidak ada peternak yang tertinggal dalam akses terhadap kebutuhan penting mereka,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup distribusi vaksin, obat-obatan, pakan, hingga pengiriman dokumen penting dan sertifikat dengan jaminan keamanan. Seluruhnya ditujukan untuk memperkuat kinerja 23 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PKH di seluruh Indonesia.
Bagi Ditjen PKH, MoU ini menjadi solusi distribusi yang lebih cepat, aman, dan merata. Sementara bagi Pos Indonesia, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperluas portofolio bisnis di sektor agro-peternakan sekaligus memperkokoh peran sebagai mitra strategis pemerintah.
Baca juga : Gandeng HPI, Pamerindo Indonesia Luncurkan Plastic Material dan Chemical
“Kerja sama ini adalah awal dari ekosistem logistik yang kokoh untuk mendukung kesejahteraan peternak. Kami ingin Pos Indonesia hadir bukan hanya sebagai pengantar barang, melainkan sebagai mitra bagi peternak, masyarakat, dan ketahanan pangan Indonesia,” kata Endy.
Endy juga menekankan bahwa keberhasilan distribusi logistik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan peternak. Dengan rantai distribusi yang terjaga, kebutuhan sektor peternakan dapat tersedia lebih merata, berkualitas, dan tepat waktu.
“Kami percaya, ketika peternak merasa terbantu dengan akses yang lebih cepat dan aman, maka kesejahteraan mereka akan meningkat. Dan ketika peternak kita sejahtera, bangsa ini pun semakin kuat,” pungkasnya.
Momen penandatanganan MoU ini menandai komitmen Ditjen PKH sebagai motor penggerak sektor peternakan dan Pos Indonesia sebagai penghubung negeri yang mampu menjembatani jarak dan waktu.
Baca juga : Audiensi Dengan Menteri HAM, BPW Indonesia Perkuat Sinergi
Bagi para peternak di pelosok, kerja sama ini menjadi harapan besar: vaksin yang datang tepat waktu, bibit yang terjaga kualitasnya, hingga dokumen yang tersampaikan dengan aman. Semua demi masa depan peternakan Indonesia yang lebih baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.