BREAKING NEWS
 

Diperkirakan Mencapai 23.742 Megawatt

RI Berpotensi Jadi Produsen Geothermal Terbesar Di Dunia

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 19 September 2025 06:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kandungan sumber daya panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai 23.742 Megawatt (MW). Hal ini membuat kita berpotensi menjadi produsen listrik panas bumi atau geothermal terbesar di dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dari potensi besar tersebut, baru sekitar 10 persen yang berhasil dikelola. 

Geothermal adalah salah satu sumber energi baru terbarukan. Indonesia mempunyai cadangan yang cukup besar, terbesar di dunia. Dari sini, baru kurang lebih sekitar 10 persen yang bisa kita kelola. Artinya, masih ada 90 persen potensi ini,” kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/9/2025). 

Dengan kapasitas terpasang listrik dari sumber panas bumi sebesar 2.744 MW, Indonesia hanya berada di bawah Amerika Serikat (AS) yang memiliki 3.937 MW. 

Baca juga : Penularan Penyakit Campak Masih Wajar Dan Terkendali

Untuk mempercepat pengembangan, Bahlil meminta percepatan lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mereformasi dan mempercepat regulasi demi memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. 

Sebagai tindak lanjut, Kementerian ESDM menyederhanakan perizinan dan regulasi. Tahun lalu, Kementerian ESDM meluncurkan platform digital bernama Genesis untuk pengelolaan panas bumi. Mulai tahun ini, lelang WKP akan dilakukan melalui platform tersebut. 

Adsense

“Salah satu yang tidak disukai investor adalah aturan berbelit-belit. Maka, program kami waktu satu tahun kemarin adalah memangkas berbagai tahapan regulasi yang menghambat proses percepatan dalam bidang geothermal. Kami memangkas semuanya,” tegas Ketua Umum Partai Golkar ini. 

Selain itu, melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2035, Pemerintah akan membangun 48 ribu kilometer sirkuit (kms) sebagai komitmen mendorong pembangunan energi baru dan terbarukan. 

Baca juga : Kasus TPPU Zarof Ricar, Kejagung Sita Aset Rp 35 M

Bahlil mengatakan, jaringan transmisi yang menghubungkan sumber energi dan jaringan listrik saat ini masih belum mencukupi. 

“Ini sebagai bentuk tuntutan dari apa yang harus kami lakukan untuk melakukan percepatan,” tuturnya. 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menambahkan, total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Indonesia saat ini mencapai 2,7 Gigawatt (GW). 

“Dalam lima tahun ini, kita berharap percepatan tambah satu giga. Jadi kita bisa melompat untuk menjadi nomor satu di dunia,” kata Eniya di The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (17/9/2025). 

Baca juga : Ajax Jadi Korban Inter Yang Terluka

Eniya menjelaskan, kapasitas terpasang PLTP terus meningkat. Pada tahun 2024, kapasitasnya hanya 2,6 GW. Peningkatan ini terjadi berkat peresmian PLTP Ijen (Jawa Timur) sebesar 34 MW, PLTP Salak Binary 16 MW, dan PLTP Lumut Balai II. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense