BREAKING NEWS
 

Penyaluran Di Kuartal II-2025 Moncer

Kredit Bank Mandiri Tumbuh Double Digit

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 20 September 2025 06:35 WIB
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini (kedua kiri) bersama jajaran direksi lainnya dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Foto: Dok. Bank Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada kuartal II-2025, moncer. Penyalurannya tumbuh double digit. Capaian ini di atas rata-rata industri perbankan nasional.

Manajemen memastikan, kinerja perusahaan tetap positif dengan menjalankan berbagai strategi di tengah tekanan ekonomi di dalam dan luar negeri. 

Tercatat, penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri mampu tumbuh double digit hingga 11 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau menembus Rp 1.701 triliun di sepanjang kuartal II-2025. 

Pertumbuhan ini, sebut Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini, melampaui rata-rata industri perbankan sebesar 7,03 persen yoy pada periode Juni 2025 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Baca juga : Menkeu Kucurkan Dana Segar Rp 200 Triliun Ke Himbara

“Pertumbuhan kredit yang kami capai menunjukkan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung pembiayaan produktif di berbagai sektor strategis,” ujar Novita dalam paparan kinerja kuartal II-2025 secara virtual, Jumat (19/9/2025). 

Kredit yang tumbuh tinggi tersebut, juga menjadi salah satu penopang capaian total aset senilai Rp 2.514,68 triliun, naik 11,4 persen yoy pada kuartal II-2025. 

Akselerasi kredit difokuskan untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Untuk itu, kami akan terus menjaga pertumbuhan kredit Bank Mandiri di atas rata-rata industri,” ujar Novita. 

Baca juga : Duh, Pasar Tanah Abang Sepi Pembeli Dan Kumuh

Menurut Novita, pertumbuhan tersebut pun merata di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran kredit Bank Mandiri menjangkau beberapa sektor prospektif. Antara lain, sektor konstruksi, infrastruktur, perdagangan, energi, makanan dan minuman, serta industri padat karya. 

“Sinergi dengan pelaku usaha di berbagai sektor berhasil membawa pertumbuhan kredit berjalan lebih inklusif,” jelasnya. 

Novita melanjutkan, ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor memperkuat pembiayaan pada segmen bisnis industri, dan menjadi landasan bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), serta ritel untuk terus berkembang. 

Dia mengatakan, lewat optimalisasi sinergi tersebut, segmen UMKM turut mencatatkan peningkatan signifikan, dengan pertumbuhan kredit mikro produktif sebesar 12,6 persen secara tahunan. 

Baca juga : Manchester United Vs Chelsea, Duel Raksasa Buruk Rupa

Realisasi tersebut memperkuat peran bank berkode emiten BMRI ini, dalam mengoptimalkan ekonomi kerakyatan, serta mendorong penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. 

Pihaknya menjaga agar pertumbuhan aset tetap berkualitas, dengan fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang memiliki potensi besar. 

“Khususnya dalam mendukung produktivitas nasional dan penyerapan tenaga kerja,” ucapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense