RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,20 persen ke level Rp 16.633 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/9/2025). Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan Jumat (19/9/2025) yang berada di level Rp 16.601 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia turut tertekan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,07 persen, yuan China terkoreksi 0,08 persen, dolar Singapura turun 0,5 persen, dan yen Jepang melemah 0,13 persen. Sementara dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen dan won Korea Selatan menguat 0,03 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Tipis Ke Rp 16.573, Investor Waspadai Tekanan Fiskal
Indeks dolar AS tercatat menguat 0,17 persen ke posisi 97,43 terhadap sejumlah mata uang utama. Meski melemah terhadap dolar AS, rupiah justru menguat terhadap beberapa mata uang lain. Rupiah tercatat naik 0,23 persen ke Rp 22.375 per poundsterling Inggris, menguat 0,37 persen ke Rp19.328 per euro, dan naik 0,23 persen ke Rp 10.952 per dolar Australia.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai rupiah masih tertekan oleh rebound dolar AS seiring sikap less dovish The Federal Reserve. “Kebijakan ekonomi ekspansif pemerintah dan kekhawatiran defisit anggaran juga masih menekan rupiah,” ujarnya.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 16.458 Per Dolar AS
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.500–Rp 16.650 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.