Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Rupiah Melemah Tipis Ke Rp 16.573, Investor Waspadai Tekanan Fiskal
Jumat, 19 September 2025 09:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,28 persen ke level Rp 16.573 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 16.527 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan turun 0,42 persen, ringgit Malaysia -0,24 persen, dolar Taiwan -0,2 persen, dolar Singapura -0,1 persen, yuan China -0,08 persen, baht Thailand -0,04 persen, sementara dolar Hong Kong naik tipis 0,001 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 16.458 Per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,13 persen ke level 97,09. Nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,03 persen ke Rp 22.347, dan terhadap dolar Australia menguat 0,02 persen ke Rp 10.904.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi seiring rebound mata uang AS akibat sikap less hawkish The Fed. “Rupiah masih tertekan karena kekhawatiran defisit fiskal dari stimulus pemerintah,” ujar Lukman, Jumat (19/9/2025).
Baca juga : Dolar AS Melemah, Rupiah Dibuka Menguat Ke Rp 16.382 Per Dolar AS
Ia memproyeksi nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.400–Rp 16.550 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya