BREAKING NEWS
 

APINDO Dorong Kolaborasi Hadapi Tantangan Industri Tekstil

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 26 September 2025 17:13 WIB
Ketua Bidang Perdagangan APINDO sekaligus Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional Unsur Pengusaha Anne Patricia Sutanto. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menekankan pentingnya kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Industri padat karya ini dinilai membutuhkan strategi terpadu dari hulu hingga hilir, agar mampu memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Ketua Bidang Perdagangan APINDO sekaligus Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional Unsur Pengusaha Anne Patricia Sutanto menegaskan, bahwa penguatan industri TPT hanya dapat dicapai bila pengusaha, pekerja, dan pemerintah duduk bersama mencari solusi berbasis data.

“Iklim usaha di industri TPT nasional perlu dibenahi bersama-sama, bukan dengan saling menyalahkan. Tingkat kepercayaan antar-stakeholders perlu dipupuk demi penguatan industri padat karya dari sektor TPT,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Baca juga : APPUI Dorong Industri Remitansi Masuk ke Era Digital

Sebelumnya, sempat muncul tudingan bahwa Kementerian Perindustrian menjadi penyebab PHK massal di sektor tekstil.

Namun APINDO menilai, tudingan tersebut tidak tepat karena persoalan TPT bersifat kompleks dan tidak bisa dikaitkan dengan satu pihak semata.

Adsense

Anne menyampaikan, momentum perjanjian dagang yang baru disepakati Indonesia dengan Kanada maupun Uni Eropa harus dimanfaatkan secara optimal.

Kesepakatan itu dipandang sebagai peluang memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk tekstil nasional di tingkat global.

Baca juga : KSPSI Dorong UU Baru untuk Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

APINDO, menurut Anne, berkomitmen mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus menguatkan daya saing nasional.

Ia mendorong pelaku usaha, baik di sektor hulu maupun hilir, untuk melakukan transformasi dengan berlandaskan ekonomi Pancasila.

“Kalau kita lihat, banyak mesin di industri hulu masih tua. Kita seharusnya fokus melakukan investasi pada mesin-mesin terbaru agar lebih kompetitif. Dan meningkatkan product development agar dapat menambah nilai tambah,” jelasnya.

Anne juga menekankan pentingnya ketertiban administrasi perusahaan TPT demi keberlangsungan bisnis yang sehat.

Baca juga : Konsumsi Susu RI Masih Rendah, Wamenperin Minta Industri Susu Perkuat Inovasi

“Apabila semua pihak, yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja, benar-benar tulus, jujur, serta berorientasi solusi, maka tingkat kepercayaan bisa terbentuk dan menguat. Dari sinilah dasar bagi peningkatan daya saing industri TPT nasional, baik di pasar lokal maupun global,” pungkas Anne.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense