Dark/Light Mode

PLN EPI Dorong Generasi Muda Persiapkan Diri Hadapi Transisi Energi

Kamis, 18 September 2025 05:59 WIB
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam acara CNN Indonesia Leadership Forum bertajuk “Responding to Challenges: Building Young Leaders for Indonesia’s Future” di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam acara CNN Indonesia Leadership Forum bertajuk “Responding to Challenges: Building Young Leaders for Indonesia’s Future” di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perubahan besar di sektor energi, terutama terkait transisi menuju energi bersih dan upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto, dalam acara CNN Indonesia Leadership Forum bertajuk “Responding to Challenges: Building Young Leaders for Indonesia’s Future” di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

"Ke depan kita memang menuju energi baru terbarukan. Namun peralihan ini membutuhkan proses. Energi fosil tetap dibutuhkan dan akan berkurang secara bertahap," ujar Rakhmad.

Menurutnya, dinamika energi global saat ini menuntut setiap negara untuk tidak hanya fokus pada isu keberlanjutan energi atau energy sustainability, tetapi juga pada ketahanan energi atau energy security.

"Sekarang semua negara berlomba-lomba mengamankan pasokan energinya masing-masing. Kemandirian energi yang sering digaungkan Presiden kita bukan sekadar jargon, melainkan sebuah realita," jelasnya.

Baca juga : Pertamina Goes To Campus 2025 Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Energi

Rakhmad mengungkapkan, secara global permintaan minyak diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2030, sementara batubara sudah mulai menurun.

Namun, di Indonesia, penggunaan batubara masih relatif stabil karena kebutuhan energi yang terus meningkat dan optimasi biaya pokok pembangkitan dari sisi daya beli masyarakat (energy affordability).

Di satu sisi, gas diperkirakan akan tetap tumbuh hingga 2050, termasuk dengan penerapan teknologi carbon capture dan cofiring hydrogen.

Di sisi lain, biomassa sebagai energi yang carbon netral menjadi salah satu alternatif baru yang menjanjikan dalam mendukung transisi energi.

Saat ini, PLN EPI mengelola hampir 100 juta ton batubara, sekitar 1.400 juta kaki kubik gas dan gas alam cair (Liquefied Natural Gas) per hari, 4 juta kiloliter BBM, serta tengah mengembangkan bioenergy berbasis biomassa dengan target 3 juta ton biomassa.

Baca juga : PLN EPI: Gas Jadi Pilar Utama Transisi Energi dan Keandalan Listrik Nasional

Upaya ini bertujuan memastikan rantai pasok energi untuk kelistrikan berjalan efisien di tengah pertumbuhan ekonomi dan kenaikan populasi.

"Biomassa dari limbah pertanian, limbah industri, dan hutan tanaman energi seperti sekam padi, jerami, cangkang sawit, serbuk gergaji potensinya di Indonesia mencapai 130 juta ton per tahun," paparnya.

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem biomassa, PLN EPI menjalin kerja sama dengan mitra, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Perusahaan juga mengembangkan digitalisasi melalui aplikasi biomassa guna mengefisienkan rantai pasok.

Lebih lanjut, Rakhmad menjelaskan bahwa dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, ditargetkan 76 persen pembangkit akan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam 10 tahun ke depan.

Baca juga : Pakar IPB: Dekarbonisasi 1 Juta Ton Jadikan Pertamina Trendsetter Energi

Energi fosil akan tetap dimanfaatkan sebagai penyeimbang, terutama gas, sementara batubara diarahkan untuk pembangkit mulut tambang.

"Ke depan, PLN akan merencanakan lebih banyak wind turbine, solar, geothermal, hydro, dan bioenergi. Ini adalah area yang bisa dikembangkan generasi muda," tutur Rakhmad.

Ia menambahkan, 40 persen karyawan PLN EPI adalah generasi muda dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Kondisi ini menjadi modal penting untuk melahirkan inovasi.

"Saya percaya dengan keberagaman. Semakin beragam latar belakangnya, semakin kreatif dan berwarna pemikirannya. Yang penting generasi muda berusaha berinovasi, mengembangkan teknologi, dan berusaha menjadi yang paling inovatif di bidangnya," pungkas Rakhmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.