RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang melakukan kajian rencana merger antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Pelita Air Service. Kalangan pengamat penerbangan menyambut positif hal ini. Merger Garuda dan Pelita dinilai bisa menyehatkan dan memperkuat bisnis BUMN penerbangan.
Pengamat penerbangan sekaligus analis independen bisnis penerbangan nasional Gatot Rahardjo menyambut positif rencana perbaikan kinerja BUMN penerbangan melalui merger. Langkah ini, menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah, untuk memperkuat industri penerbangan nasional.
Gatot mengatakan, kajian merger yang dilakukan Danantara adalah upaya bagus dan membangun optimisme, di tengah bisnis penerbangan yang masih menghadapi berbagai tantangan akibat pandemi.
Baca juga : Airlangga Gaspol Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen
“Sebuah upaya bagus, semoga rencana yang masih dikaji Danantara ini benar-benar terwujud,” ujar Gatot kepada Rakyat Merdeka, Rabu (1/10/2025).
Dia mengingatkan, jika nanti rencana merger Garuda-Pelita dilakukan, maka caranya melalui pendekatan yang tepat. Agar benar-benar bisa terwujud sinergi yang diharapkan dan baik bagi semua pihak.
Langkah merger, kata Gatot, diharapkan dapat menekan biaya logistik dan operasional secara signifikan.
Baca juga : Dukung Peringatan HUT TNI 5 Oktober, Tarif Angkutan Umum Di Jakarta Cuma Rp 80
“Diharapkan penggabungan ini bisa mengintegrasikan kedua maskapai agar hasilnya menjadi perusahaan yang lebih fokus dan bagus dari aspek operasional dan bisnis intinya,” kata Gatot.
Dia yakin, kajian yang dilakukan Danantara akan komprehensif dan prudent sebelum skema merger jadi diputuskan.
Fokusnya, sambung Gatot, menciptakan efisiensi biaya, penguatan posisi pasar, serta percepatan sinergi bisnis yang lebih terarah.
Baca juga : KPK Tetapkan Stafsus Mensos Tersangka Penyaluran Bansos
“Kajiannya harus mendalam dan perencanaan strategis terkait merger benar-benar matang,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, rencana merger Garuda dan Pelita masih dikaji. Yang pasti, penggabungan dua maskapai itu harus melahirkan perusahaan yang kuat dan memiliki daya saing.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.