Sebelumnya
Kata Dony, merger Garuda dan Pelita, tidak akan membuat kualitas layanan menurun.
“Catatan bagi kami, supaya dalam proses tersebut tidak mem buat layanan Pelita Air-nya menjadi jelek. Tapi justru kami harapkan jadi lebih bagus,” kata Dony di Jakarta, Senin (29/9/2025). Dia menanggapi kekhawatiran sejumlah anggota Komisi VI DPR, merger bisa menurunkan kinerja bisnis Pelita Air yang sudah bagus.
Dony yakin, merger dua maskapai nantinya akan membuahkan hasil yang baik dan melahirkan perusahaan yang kompetitif. “Kami di Danantara, akan melakukan proses perbaikan semua perusahaan BUMN,” janjinya.
Baca juga : Airlangga Gaspol Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen
Dony menghargai semua masukan, kritik atau adanya pihak yang skeptis dengan rencana tersebut. Dia bilang, itu adalah sebuah peringatan dan pengingat baginya.
Jangan sampai konsolidasi dua maskapai malah memperburuk kinerja perusahaan. “Janganlah kritik dilihat sebagai penolakan. Tetapi sebagai peringatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan mengungkapkan, wacana merger dengan Pelita Air baru sebatas penjajakan awal.
Baca juga : Dukung Peringatan HUT TNI 5 Oktober, Tarif Angkutan Umum Di Jakarta Cuma Rp 80
“Penjajakan ini dilakukan seiring fokus perseroan pada program penyehatan kinerja,” ucap Wamildan dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (19/9/2025).
Garuda sampai saat ini, kata Wamildan, fokus pada program penyehatan kinerja melalui penguatan ekuitas, restorasi armada, pemulihan ekosistem usaha dan peningkatan trafik penumpang. “Perseroan terus berkoordinasi dan diskusi tahap awal dengan pemangku kepen tingan terkait wacana tersebut,” katanya.
Bagaimana dengan sikap Pelita Air? Maskapai milik Pertamina ini sedang mempertimbangkan rencana merger maskapai Pelita dengan Garuda. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, apabila merger jadi dilaksanakan, Pertamina bisa lebih fokus menjalankan bisnis utamanya yakni mengurus minyak dan gas (migas).
Baca juga : KPK Tetapkan Stafsus Mensos Tersangka Penyaluran Bansos
“Memang core business kami oil, gas dan renewable energy. Maka, untuk beberapa usaha kami akan spin-off,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Menurut Simon, anak usaha yang rencananya akan di-spin-off tidak hanya maskapai. Tetapi juga bisnis lainnya yang tidak berkaitan dengan minyak dan gas. Seperti sektor asuransi, perhotelan dan layanan kesehatan. “Untuk detailnya, aksi korporasi yang dilakukan Pertamina tentu meng ikuti koordinasi dan peta jalan yang disusun Danantara,” jelasnya. Selanjutnya, Simon mengatakan, Pertamina terus berkomunikasi dengan Danantara. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.