RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 dapat melampaui 5 persen. Keyakinan ini didorong oleh menguatnya konsumsi masyarakat dan dampak dari berbagai stimulus fiskal yang mulai terasa efektif menjelang akhir tahun.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi domestik mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan, setelah menargetkan 5,3 persen tahun ini.
Arah kebijakan ekonomi nasional pun difokuskan pada penguatan daya saing industri, dorongan investasi, perluasan lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan.
Baca juga : Masyarakat Diimbau Waspada, Kasus ISPA Di Jakarta Nyaris Tembus 2 Juta
“Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia konsisten tumbuh di atas 5 persen. Untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi hingga 8 persen, sejumlah program unggulan digelontorkan agar berdampak langsung terhadap perekonomian,” ujar Airlangga dalam acara Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Airlangga menjelaskan, program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mampu menambah pertumbuhan ekonomi hingga 3 persen, sekaligus menyerap tenaga kerja sebanyak 1,3 juta orang.
“Rule of thumb-nya, setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan ekonomi mampu mempekerjakan 400 ribu orang,” ucapnya.
Baca juga : Instruksi Presiden Prabowo: Bantuan Tunai Ditambah, Penerima Lebih Banyak
Selain itu, penguatan ekonomi lokal dilakukan melalui pembentukan 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dengan peningkatan anggaran per desa dari Rp 1 miliar menjadi Rp 4 miliar.
“Dengan dana yang beredar melalui koperasi dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan terbentuk ekosistem ekonomi baru yang produktif di tingkat lokal,” paparnya.
Keberhasilan kebijakan hilirisasi nikel mendorong peningkatan ekspor produk olahan Indonesia dari sekitar 4 miliar dolar AS (setara Rp 53 triliun) pada 2016 menjadi 30 miliar dolar AS (setara Rp 476 triliun) pada 2024.
Baca juga : 411 Daerah Nol Insiden MBG
Airlangga menambahkan, investasi, ekspor dan ekonomi digital akan menjadi motor utama pertumbuhan ke depan.
Dia berharap, inisiasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) bukan hanya dapat menggandakan nilai ekonomi digital kawasan dan menciptakan pasar, juga lapangan kerja bagi pelaku ekonomi digital.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.