Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Masyarakat Diimbau Waspada, Kasus ISPA Di Jakarta Nyaris Tembus 2 Juta
Minggu, 19 Oktober 2025 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tahun ini sudah mencapai hampir 2 juta. Salah satu pemicu tingginya kasus ISPA, yakni dampak musim pancaroba.
Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati mengatakan, total kasus ISPA sejak Januari hingga Oktober 2025 sebanyak 1.966.308, dengan peningkatan jumlah kasus mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.
“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi terjadinya wabah, termasuk Covid, ISPA , dan yang lain,” kata Ani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10/2025).
Untuk mengantisipasi penyebaran ISPA dan Covid, Dinkes mengaktifkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi wabah di masyarakat.
Baca juga : Instruksi Presiden Prabowo: Bantuan Tunai Ditambah, Penerima Lebih Banyak
Ani menyebut, meningkatnya kasus ISPA lantaran pancaroba, masa peralihan musim hujan dan kemarau. “Ketika cuaca cenderung seperti sekarang, kasusnya biasanya agak naik. Tapi, sejauh ini tidak signifikan sekali. Masih dalam kendali, dan kami selalu melakukan monitoring,” ujarnya.
Dinkes DKI juga memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan siap melayani masyarakat, termasuk untuk penanganan ISPA . Total ada 44 Puskesmas Kecamatan dan 292 Puskesmas Pembantu di seluruh wilayah Jakarta yang siap menangani kasus ISPA .
“Pelayanan Puskesmas Kecamatan sudah 24 jam. Ketika warga merasakan gejala, silakan berobat ke Puskesmas, sehingga bisa dilakukan deteksi dini terhadap penyakit apa pun,” ucapnya.
Ani juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala ISPA yang umum terjadi, seperti batuk, pilek, demam, hingga suara serak. Menurutnya, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif.
Baca juga : 411 Daerah Nol Insiden MBG
Dia juga menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran penyakit menular, khususnya pada musim pancaroba saat ini. Yakni, dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan, memakai masker saat beraktivitas di ruang padat maupun area publik, menerapkan etika batuk dan bersin.
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina mewanti-wanti, agar sistem kesehatan berjalan optimal di tengah tingginya kasus ISPA .
“Semua fasilitas kesehatan harus dipastikan mampu menangani pasien-pasien ISPA . Jangan sampai ada pasien yang tidak mendapatkan pelayanan dengan baik,” kata Elva kepada Rakyat Merdeka, Kamis (16/10/2025).
Elva mengapresiasi Dinkes DKI yang sudah mengaktifkan SKDR untuk memonitor penyakit-penyakit di masyarakat, serta potensi terjadinya wabah.
Baca juga : Soal Gaya Ceplas-Ceplos Purbaya Didukung Gibran
“Tapi, ada satu hal lainnya yang tidak kalah penting dari sistem kesehatan kita, yaitu kesadaran diri warga untuk melakukan pola hidup sehat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta ini.
Menurutnya, ISPA merupakan penyakit yang bisa dicegah apabila pertahanan tubuh atau imunitas kuat. Karena itu, dia mendorong Dinkes dan pihak terkait terus menggencarkan edukasi agar warga rajin berolahraga, memilih makanan sehat, mendapatkan istirahat yang cukup dan sebagainya.
“Pemprov DKI, terutama Dinas Kesehatan harus turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi. Ini penting agar masyarakat lebih sadar untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuhnya,” tandas Elva. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya