Sebelumnya
Pemerintah memastikan, stimulus tambahan di kuartal IV-2025 semakin banyak menjangkau rumah tangga desil empat atau kelompok rentan miskin.
Stimulus ini mencakup delapan program akselerasi pembangunan. Termasuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan pada Oktober, November dan Desember 2025.
“Stimulus terbaru ini akan diterima oleh 35.046.783 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ini lebih tinggi dari BLT sebelumnya, serta bisa menjangkau kurang lebih 140 juta orang,” katanya.
Baca juga : Masyarakat Diimbau Waspada, Kasus ISPA Di Jakarta Nyaris Tembus 2 Juta
Sementara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 dapat mencapai 5,67 persen.
“Proyeksi ini lebih tinggi dari perkiraan Bank Dunia sebesar 4,8 persen untuk keseluruhan tahun,” kata Purbaya di sela jumpa pers Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Dia menilai, tren pemulihan ekonomi semakin kuat setelah kebijakan penempatan dana Pemerintah di bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai memperkuat likuiditas dan konsumsi rumah tangga.
Baca juga : Instruksi Presiden Prabowo: Bantuan Tunai Ditambah, Penerima Lebih Banyak
“Kalau stimulus tambahan yang diluncurkan Pemerintah berjalan efektif, pertumbuhan di kuartal IV-2025 bisa mencapai 5,67 persen atau bahkan sedikit lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Purbaya, proporsi belanja masyarakat untuk konsumsi terus meningkat, mencapai 75,1 persen pada September 2025, sebagai dampak penempatan dana sebesar Rp 200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sistem keuangan nasional.
“Arah ekonomi kini jauh lebih baik. Momentum ini harus dijaga berkelanjutan agar perekonomian semakin kuat tahun depan dan seterusnya,” jelas Purbaya.
Baca juga : 411 Daerah Nol Insiden MBG
Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (TIEI) Sunarsip menilai, keyakinan Pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen pada kuartal IV-2025, cukup realistis.
Menurutnya, sejumlah faktor struktural dan kebijakan fiskal yang digelontorkan Pemerintah bakal memperkuat momentum pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga kisaran 5,2–5,5 persen di kuartal terakhir tahun ini. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.