BREAKING NEWS
 

Tak Hanya Jaga Pasokan Bahan Bakar

Kilang Balongan Dan Cilacap Gerakkan Ekonomi Rakyat

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 22 Oktober 2025 06:35 WIB
Tim keselamatan sedang melakukan monitoring di semua unit mulai dari Distillation Treating Unit (DTU), Naphta Processing Unit (NPU), Atmospheric Hydrotreating Unit (AHU), hingga Processing and Cracking Unit (POC) di Kilang Pertamina Internasional (KPI) Balongan. Di kilang ini, kegiatan monitoring dilakukan setiap hari. (Foto: Dok. KPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tak hanya menjaga pasokan bahan bakar, Kilang Balongan dan Cilacap menyalakan semangat hidup rakyat. Jurnalis Rakyat Merdeka menyaksikan langsung dua kilang itu menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat.

Kereta Fajar Utama meluncur meninggalkan Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (17/10/2025) pagi. Di dalamnya, belasan jurnalis dari berbagai media nasional memulai perjalanan panjang menuju dua titik vital energi negeri: Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, dan Kilang Cilacap di Jawa Tengah. 

Selama tiga hari, para pewarta diajak menelusuri denyut kerja ribuan insan energi yang menjaga pasokan bahan bakar negeri tetap menyala. Dari utara ke selatan Jawa, perjalanan ini memperlihatkan bagaimana Pertamina tidak hanya memproduksi energi, tetapi juga menyalakan semangat kehidupan. 

Baca juga : Fondasi Ekonomi Kuat Pertumbuhan Terjaga

Kunjungan perdana ke Kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan, salah satu kilang andalan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Di dekat lokasi, dari kejauhan, siluet pipa-pipa raksasa dan tangki-tangki baja tampak berkilau di bawah terik matahari. 

Di sanalah energi negeri diolah dari minyak mentah menjadi bahan bakar yang menggerakkan jutaan kendaraan. 

“Kilang Balongan adalah jantung energi bagi sebagian wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujar General Manager Kilang Pertamina RU VI Balongan Yulianto Triwibowo, di Balongan, Jumat (17/10/2025). 

Baca juga : v

Sejak mulai beroperasi pada tahun 1994 melalui Project EXOR, Kilang Balongan terus berkembang melalui berbagai proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas. 

Saat ini, kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan 150 ribu barel per hari (Million Barrel per Stream Day/MBSD) atau setara 14,2 persen dari total kapasitas pengolahan Pertamina di Indonesia (1.056 MBSD). 

“Kilang Balongan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 250 hektare, dengan dukungan sekitar 1.050 Pekerja Waktu Tetap (PWT) dan 578 Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP),” kata Manager Engineering & Development Kilang Balongan Hadi Siswanto, Jumat (17/10/2025). 

Baca juga : Kasus CPO Migor, Pembayaran Uang Pengganti Masih Kurang Rp 4,4 Triliun

Dengan serangkaian pengembangan, Kilang Balongan kini menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional. Selain menjaga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG), Balongan juga berperan strategis dalam mendukung target Pemerintah menuju energi bersih dan ramah lingkungan. 

Namun, Balongan tidak hanya berbicara tentang kilang dan mesin. Di balik kompleks industri yang megah, ada kisah kecil yang menghangatkan hati. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense