RM.id Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir telah menunjuk mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo sebagai Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Penunjukan Agus Marto dinilai tepat, dan akan membuat persaingan di sektor perbankan menjadi semakin menarik.
Sosok Agus Marto yang sebelumnya sukses menggawangi sejumlah bank, dinilai akan membawa pola-pola yang sebelumnya sukses diterapkan di institusi lain.
"Berbagai patern yang dia bawa dari pengalaman sebelumnya, akan menjadikan persaingan antar bank BUMN menjadi semakin sengit," ujar Pengamat Sektor Keuangan dan Perbankan, Ruslan Prijadi, Jumat (21/2).
Baca juga : Meski Tarif Penyeberangan Belum Naik, INFA Tak Akan Mogok
Dosen Strategik Manajemen Universitas Indonesia ini juga menilai Agus Marto sebagai sosok yang kompeten di dunia perbankan.
Reputasi dan rekam jejaknya sudah sangat jelas dan teruji.
"Kompetensi beliau tidak diragukan sama sekali. Tentu beliau kenal Menteri Keuangan, Gubernur BI. Dan beliau merupakan sosok yang terkenal sangat involved," ujar Ruslan.
Masuknya Agus Marto sebagai Komisaris Utama juga dinilai akan menjadi dorongan moral yang besar bagi jajaran eksekutif dan karyawan BNI.
Baca juga : Koordinator Keamanan Laut Bakal Satu Pintu
Sebab selama ini, Agus dikenal sebagai seorang yang selalu mampu terlibat dalam berbagai urusan organisasi. Bahkan, saat menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dia mampu menjalin relasi kuat dengan seluruh karyawan. Bahkan, hingga level terbawah.
"Pak Agus sangat involved ke berbagai hal. Kenal pegawai, sampai kenal lama. Pasti akan memberi boost yang sangat luar biasa bagi ekskutif dan karyawan lain (di BNI)," kata Ruslan.
Namun, Ruslan juga menggarisbawahi tantangan yang bakal dihadapi Agus. Menurutnya, perkembangan perbankan saat ini sudah jauh berbeda, dibanding saat Agus masih aktif sebagai eksekutif bank.
Kini, perkembangan telah bergeser ke arah digital. Bank dituntut bersaing atau berkolaborasi dengan sektor finansial teknologi (fintech).
Baca juga : Bersihkan Sisa Banjir, Petugas Gabungan Karya Bakti Massal di Tangerang
"Tantangan sekarang berbeda dengan masa lalu. Sekarang tantangannya adalah digitalisasi. Apakah (Agus) sudah siap, dan bagaimana strategi kedepannya?" ujar Ruslan.
Karena itu, Ruslan merasa tantangan terbesar bank BUMN juga ada di level eksekutif.
"Bank-nya sendiri yang harus mengembangkan di tingkat eksekutifnya. Memang tantangan terbesar adalah digitalisasi. Perbankan sekarang harus insiasi kolaborasi dengan fintech, atau mengembangkan sendiri, dan merekrut tenaga kerja yang terkait digitalisasi. Bahkan, saat ini banyak bank yang direksinya berlatar belakang IT. Itu yang lebih menentukan," papar Ruslan. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.