RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan penyedia alat dan mesin pertanian (alsintan) yang terus menghadirkan produk inovatif dan berkualitas.
Kehadiran alsintan modern dinilai berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian nasional, terutama dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono menjelaskan, pemanfaatan alsintan modern membuat proses produksi pertanian menjadi lebih efektif, termasuk dalam penggunaan tenaga kerja.
“Dengan alsintan seperti traktor dan combine harvester, pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari dengan banyak tenaga kerja kini bisa diselesaikan lebih cepat,” ujar Arief dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).
Baca juga : Senayan Usulkan Bentuk Satgas Transisi Haji 2026
Menurut Arief, industri alsintan nasional kini menunjukkan perkembangan positif. Kementan pun terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen bagi seluruh produsen.
“Kami mendukung industri alsintan lokal agar terus berkembang dan memperkuat konten lokal. Inovasi harus ditingkatkan, baik dari segi efisiensi bahan bakar maupun ketahanan produk,” katanya.
Saat ini, terdapat sekitar 30 perusahaan pemasok alsintan yang menjadi mitra Kementan. Seluruhnya wajib memenuhi standar kualitas, spesifikasi teknis, serta mekanisme e-katalog agar bantuan alsintan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mendukung swasembada pangan nasional.
Salah satu produsen alsintan dalam negeri yang mendapat perhatian adalah PT Agrindo Maju Lestari (AML), perusahaan asal Kabupaten Tangerang, Banten, yang berdiri sejak tahun 1995. AML telah lama menjadi mitra berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, serta bekerja sama dengan sejumlah perusahaan ternama seperti Tasco, Honda Power Production, Krisbow, dan PT Firman Indonesia.
Baca juga : Menteri Maman Apresiasi Respons Publik Atas Isu Barang KW
Direktur AML, Henry Haryanto mengatakan, pihaknya memproduksi berbagai alat pertanian seperti hand sprayer, knapsack power sprayer, power sprayer, mist blower, brush cutter, dan jet cleaner. Produk-produk tersebut juga disuplai ke pasar luar negeri melalui distributor PT Agrotek Niaga Mandiri.
“Seluruh produk kami telah melalui proses pengujian dan berstandar SNI, dengan material berkualitas tinggi seperti POM, Polypropilene Copolymer, Nylon, dan HDPE yang tahan benturan serta anti korosi,” jelas Henry.
AML menempati area seluas 18.000 meter persegi dan memiliki fasilitas lengkap mulai dari mesin injeksi, ekstruder, blowing, die casting, CNC, hingga laboratorium pengujian berstandar SNI.
“Kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi melalui keunggulan operasional dan sumber daya manusia yang profesional. Dengan laboratorium pengujian sendiri, kami memastikan setiap produk sesuai standar nasional,” tambahnya.
Baca juga : Pertamina Dukung Swasembada Energi Untuk Ketahanan Nasional
Selain berstandar SNI, AML juga telah menerapkan sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan Manajemen Lingkungan ISO 14001.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.