Sebelumnya
“Di Brazil, bahkan sudah ada yang mencapai E100 atau etanol murni. Negara lain ada yang menerapkan E20 atau E25,” ujar Simon di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Sementara, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2020– 2025, Satya Widya Yudha menilai, pentingnya keterlibatan sektor manufaktur otomotif agar penerapan E10 berjalan mulus. Saat ini implementasi campuran etanol ke bensin di Indonesia masih di level E5.
Pihaknya menilai perlu menggandeng manufaktur seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), karena mereka yang menentukan spesifikasi kendaraan yang masuk ke pasar Indonesia.
Baca juga : Air Laut Berpotensi Mendarat Di Pesisir, DKI Siaga Banjir Rob
“Jika sejak awal kendaraan sudah dirancang kompatibel dengan etanol, maka tidak perlu ada modifikasi tambahan yang bisa menurunkan performa (mesin),” ujar Satya dalam program Prabowonomics CNBC Indonesia, Senin (3/11/2025).
Satya menambahkan, peningkatan campuran etanol juga dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, seperti tebu, singkong, dan jagung, Indonesia bisa memperbesar produksi energi terbarukan sambil mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Baca juga : Gubernur Riau Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Dan Gratifikasi
“Ini bagaimana kita menggunakan sektor pertanian sebagai basis energi nasional. Kalau terintegrasi, manfaatnya bisa besar bagi petani maupun industri,” tandasnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari dunia investasi. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Todotua Pasaribu mengungkapkan, Toyota tertarik membangun pabrik etanol di Indonesia.
Produsen otomotif asal Jepang itu bahkan sudah memproduksi kendaraan yang 100 persen menggunakan bahan bakar etanol alias E100 di negara lain.
Baca juga : Bekuk PSG Dengan 10 Pemain, Bayern Calon Juara
“Hasil pembicaraan dengan Toyota, mereka menunjukkan serius mengamankan pasokan bahan baku untuk etanol,” kata Todotua. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.