BREAKING NEWS
 

Inflasi Oktober Tercatat 2,86 Persen 

Airlangga: Pembelian Emas Naik, Ini Positif

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Kamis, 6 November 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kondisi ekonomi Indonesia dalam acara CEO Insight - Kompas100 CEO Forum di Jakarta, Selasa (4/11/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Dia memaparkan tiga komponen utama pembentuk inflasi. Yakni administered price (harga yang diatur Pemerintah) seperti bahan bakar minyak, transportasi, dan air minum, volatile items (komoditas berfluktuasi) seperti bahan makanan dan core inflation (inflasi inti) yang mencerminkan daya beli masyarakat. 

Emas ini masuk dalam core inflation. Di satu sisi menunjukkan ada daya beli masyarakat, mereka bisa membeli emas. Tapi di sisi lain, kalau terlalu bergejolak terus naik, itu akan mengakibatkan inflasi naik juga,” jelas Tito. 

Pemerintah, lanjutnya, terus menjaga stabilitas harga melalui kebijakan subsidi yang tepat sasaran. Termasuk subsidi listrik untuk menjaga daya beli masyarakat. 

Baca juga : BBM Plus Etanol 10 Persen Beri Dampak Ekonomi Berlapis

Dia juga meminta Pemerintah Daerah mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

“Kami akan komunikasi dengan Menteri Perhubungan dan airlines untuk tidak menaikkan tiket ke harga tertinggi,” tegasnya. 

Selain itu, Tito menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan operasi pasar guna menstabilkan harga bahan pokok. Dia juga mengingatkan Pemerintah Daerah agar mendukung program strategis nasional. Termasuk pembangunan tiga juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), untuk menjaga kesejahteraan dan stabilitas ekonomi masyarakat. 

Baca juga : Air Laut Berpotensi Mendarat Di Pesisir, DKI Siaga Banjir Rob

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menambahkan, inflasi Oktober 2025 masih dalam kategori terjaga, meski menunjukkan sedikit kenaikan. 

“Peningkatan tersebut disebabkan demand pull inflation atau tekanan inflasi akibat kenaikan permintaan terhadap sejumlah komoditas,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka, Rabu (5/11/2025). 

Dia memperkirakan, tren inflasi berpotensi sedikit meningkat pada November–Desember 2025 karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan aktivitas sosial seperti hajatan, serta momentum Natal dan Tahun Baru yang mendorong permintaan bahan pokok dan emas. 

Baca juga : Gubernur Riau Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Dan Gratifikasi

Untuk menjaga stabilitas harga, Esther mendorong Pemerintah memperkuat distribusi. Termasuk ketersediaan pasokan barang agar tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan. 

“Ke depan, distribusi barang dan supply harus terjaga untuk menghindari lonjakan harga tinggi,” ujarnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense