BREAKING NEWS
 

Pemerintah Kebut Transformasi Digital, Startup Lokal Kian Moncer

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Kamis, 13 November 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keynote speech secara daring pada acara The NTT Startup Challenge 2025 Pitch Day di Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat transformasi ekonomi digital nasional. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah, pelaku industri dan komunitas perusahaan rintisan (startup) untuk memperkuat daya saing ekonomi, sekaligus melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian ­Airlangga Hartarto menegaskan hal itu saat menyampaikan keynote speech secara daring dalam ajang The NTT Startup Challenge 2025 Pitch Day di Jakarta, Selasa (11/11/2025). 

Menurut Airlangga, posisi Indonesia sangat strategis dalam peta ekonomi digital dunia. Dengan lebih dari 3.000 startup, Indonesia menempati peringkat keenam dunia. 

“Ekosistem startup yang dinamis ini menjadi aset penting bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional, yang kini menjadi mesin penggerak baru pembangunan,” kata ­Airlangga dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (11/11/2025). 

Baca juga : DPR Rl Dukung Pengembangan Kereta Api Di Luar Pulau Jawa

Mantan anggota DPR itu memaparkan, kontribusi ekonomi digital Indonesia sudah mencapai 90 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.494 triliun (kurs Rp 16.600 per dolar AS) pada 2024. Nilai itu diperkirakan naik menjadi 110 miliar dolar AS (Rp 1.826 triliun) pada 2025 dan melonjak hingga 360 miliar dolar AS (Rp 5.976 triliun) pada 2030. 

Sektor e-commerce diproyeksikan bakal menjadi penyumbang terbesar, sekitar 150 miliar dolar AS (Rp 2.490 triliun). Selain memperkuat pasar dalam negeri, Pemerintah juga aktif menjalin kerja sama regional lewat ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) untuk mendorong integrasi dan inklusivitas ekonomi digital di kawasan. 

Adsense

“Inisiatif ini menargetkan ASEAN menjadi kekuatan ekonomi digital dengan nilai mencapai 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 33.200 triliun pada 2030,” ungkap Airlangga. 

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030 untuk menopang peta jalan transformasi digital nasional. 

Baca juga : Remaja Pelaku Peledakan Bom Menderita Kesepian

Berdasarkan studi World Economic Forum (WEF), lima bidang pekerjaan digital dengan pertumbuhan tercepat dalam periode 2025–2030. Meliputi Big Data Specialists, Fintech Engineers, Artificial Intelligence and Machine Learning Experts, Software Developers dan Security Management Professionals. 

Untuk memperkuat ekosistem, Pemerintah menggencarkan berbagai inisiatif seperti program 1.000 Digital Startups, Startup4Industry, BEKUP (BEKRAF for Pre-Startup), Startup Studio Indonesia dan Blue Innovative Startup Acceleration (BISA). 

Program-program itu memberikan dukungan mulai dari pelatihan, pendampingan hingga bootcamp, agar startup lokal bisa naik kelas dan menembus pasar global. 

“Keberhasilan kompetisi startup ini tidak boleh berhenti pada ajang penghargaan semata. Diperlukan langkah nyata agar inovasi yang lahir dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas mantan Menteri Perindustrian itu. 

Baca juga : Kasus Penyelenggaraan Haji, KPK Bidik Kasus Baru Terkait Fasilitas Jemaah

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai, potensi ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan. Namun, dia mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan agar pertumbuhan sektor ini makin optimal. 

“Penurunan investasi digital menjadi salah satu isu utama yang perlu segera diatasi. Fenomena ini memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, menandakan belum stabilnya ekosistem digital nasional,” ujar Huda kepada Rakyat Merdeka, Rabu (12/11/2025). [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense