BREAKING NEWS
 

Indonesia–Uni Eropa Sepakati CEPA, Kadin Bahas Peluang Ekspor

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 15 November 2025 11:49 WIB
Foto: Kadin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Uni Eropa mencapai kesepakatan politik untuk menuntaskan perundingan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), menindaklanjuti kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Brussel pada 13 Juli 2025. Kesepakatan tersebut menandai tahapan baru hubungan ekonomi Indonesia–Uni Eropa dan membuka peluang kemitraan yang lebih seimbang serta berkelanjutan.

Untuk menggali peluang konkret bagi pelaku ekspor nasional, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri RI menggelar diskusi strategis bertajuk “Unlocking Opportunities: Indonesia–EU CEPA and the Future of Indonesian Exports to Europe” di Nusantara Hall, Kemlu RI, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

“Ini merupakan langkah nyata Kadin atas berbagai lawatan Ketua Umum KADIN Indonesia mendampingi Bapak Presiden,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Indonesia, Bernardino M Vega.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa transformasi ekonomi global menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi Indonesia dan Uni Eropa. Menurut dia, I-EU CEPA mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam ekonomi global abad ke-21, serta menunjukkan komitmen terhadap kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri para duta besar negara anggota Uni Eropa, pejabat pemerintah, serta pelaku usaha dari Indonesia dan Eropa. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog kebijakan dan keterlibatan dunia usaha dalam memanfaatkan peluang I-EU CEPA.

Baca juga : Temui Kepala BPKP, Ara Bahas Pembangunan Rusun Di Papua

KADIN Indonesia, yang selama lebih dari satu dekade terlibat aktif dalam proses perundingan, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha, terutama terkait akses pasar, standar berkelanjutan, dan peningkatan daya saing.

Plt. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI menegaskan bahwa I-EU CEPA bukan semata instrumen perdagangan, tetapi kemitraan strategis yang memperkuat ketahanan rantai pasok, transisi hijau, dan konektivitas masyarakat.

Sesi diskusi mempertemukan sektor-sektor unggulan ekspor Indonesia dengan potensi kuat di pasar Eropa. Perwakilan asosiasi—GPEI, APRISINDO, AGTI, APKI, dan GAPKI—menyampaikan pandangan terkait kebijakan perdagangan, standar keberlanjutan, dan peningkatan daya saing.

Adsense

Ketua Umum APKI, Liana Bratasida, menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan perdagangan dan komitmen lingkungan.
“Daya saing harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan,” ujarnya.

Dari sektor alas kaki, Dewi dari APRISINDO menyampaikan bahwa CEPA membuka peluang untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “Kami melihat CEPA sebagai momentum strategis meningkatkan kualitas dan pengakuan terhadap produk Indonesia,” katanya.

Baca juga : Temani Pimpinan DPR Sidak Ke Michelin, Andi Gani Bahas Penyelesaian PHK Pekerja

Fadhil Hasan dari GAPKI berharap komoditas sawit mendapatkan akses pasar yang lebih luas. “Uni Eropa adalah pasar terbesar ketiga bagi sawit Indonesia,” ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan 2011–2014, Bayu Krisnamurthi, menilai perlunya sinergi kebijakan pemerintah dan industri. Ia mengusulkan pembentukan working group bersama untuk memastikan keselarasan teknis antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Indonesia harus menjadi bagian dari rantai pasok strategis Uni Eropa,” tegasnya.

Diskusi dipandu Wakil Ketua Komite Tetap Hubungan Internasional KADIN Indonesia, Didit A Ratam. Rangkuman sesi disampaikan oleh Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perdagangan dan Perjanjian Internasional, Pahala Nugraha Mansury, yang menekankan pentingnya Uni Eropa sebagai mitra dagang strategis di luar ASEAN.

Dalam sambutan penutup, Pahala menegaskan perlunya pendekatan menyeluruh agar I-EU CEPA menjadi katalis peningkatan daya saing global dan pertumbuhan berkelanjutan.

Baca juga : Indonesia Ajak ASEAN Manfaatkan RCEP Untuk Perkuat Ekonomi Indo-Pasifik

“Kami berharap implementasi perjanjian ini dapat dikawal bersama, karena manfaatnya bagi Indonesia sangat besar,” ujarnya.

Menjelang tahap ratifikasi dan implementasi, diskusi ini menegaskan kesiapan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas diplomatik untuk membawa Indonesia menjadi mitra dagang yang lebih kuat dan kompetitif di pasar Eropa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense