Dark/Light Mode

Indonesia-Turki Susun Roadmap Kerja Sama

Industri Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Selasa, 23 September 2025 06:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saling bertukar cenderamata seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir di Istanbul, Turki, Sabtu (20/9/2025). (Foto: Dok. Kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saling bertukar cenderamata seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir di Istanbul, Turki, Sabtu (20/9/2025). (Foto: Dok. Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Turki berkomitmen memperkuat kerja sama di sektor industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Hal itu dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki Mehmet Fatih Kacir, dalam acara 12th Annual Teknofest Aerospace and Techno logy Festival di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul. 

“Indonesia akan segera menyusun roadmap kerja sama industri Indonesia dengan Turki. Ini sebagai panduan strategis untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang di berbagai sektor,” ujar Agus dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/9/2025). 

Baca juga : Pram Aktif Ajak Warga Naik Angkutan Umum

Menurutnya, pertemuan ini menindaklanjuti intensitas interaksi kedua negara dalam dua tahun terakhir. Sejumlah perusahaan besar Turki, seperti Sanko Holding, Arcelik (KOC Holding) dan Kordsa (Sabanci Holding), telah menunjukkan minat besar berinvestasi di Indonesia. 

Sanko Holding telah memulai investasi budi daya tuna di Biak, Papua, dengan peluang diperluas ke hilirisasi, pengolahan tuna, galangan kapal, hingga energi terbarukan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). 

Sementara, Kordsa yang beroperasi di Bogor, mengembangkan riset material komposit dan produk bernilai tambah tinggi untuk ekspor. 

Baca juga : Bupati Pati Didalami Soal Pengaturan Lelang Dan Fee

“Saya mengusulkan perusahaan ini mengajukan insentif fiskal berupa super tax deduction untuk penelitian dan pengembangan,” kata Agus. 

Adapun Arcelik, produsen peralatan rumah tangga terbesar kedua di dunia, telah memproduksi mesin cuci di Indonesia bersama mitra lokal. 

Perusahaan ini berencana memperluas produksi lemari es dan pendingin udara, dengan menjadikan Indonesia basis produksi baru di Asia. 

Baca juga : Terburuk Di Era Pep Guardiola, City Dikurung Arsenal

“Momentum kerja sama Indonesia dan Turki juga diperkuat melalui pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari 2025, ketika Presiden RI dan Presiden Turki menandatangani Joint Statement memperingati 75 tahun hubungan diplomatik,” ungkap Menperin. 

Pertemuan itu menghasilkan 12 Nota Kesepahaman antar Peme rintah di berbagai sektor. Termasuk industri pertahanan, energi, kesehatan, pendidikan tinggi, perdagangan dan perindustrian. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.