BREAKING NEWS
 

APP Kenalkan Dua Proyek Karbon Berbasis Alam Indonesia Di COP30 Brazil

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 17 November 2025 10:38 WIB
Foto: APP

RM.id  Rakyat Merdeka - APP Group dengan dukungan Fairatmos menggelar Networking and Cocktail Reception di sela-sela penyelenggaraan COP30 di Belem, Brazil, untuk menampilkan sejumlah proyek karbon berbasis alam dari Indonesia. Dalam acara tersebut, dua proyek unggulan berintegritas tinggi—Riau Wetlands Heritage dan South Sumatera Elephant Pathway Carbon Reserve (SEPaC Reserve)—dipresentasikan kepada audiens terpilih yang terdiri dari pemimpin iklim global, perwakilan pemerintah, hingga pembeli utama di pasar karbon sukarela.

Acara ini digelar di tengah dinamika cepat pasar karbon internasional yang dipengaruhi implementasi Article 6 Paris Agreement serta meningkatnya permintaan global terhadap solusi berbasis alam berkualitas tinggi. Kehadiran dua proyek ini menempatkan lanskap restorasi Indonesia sebagai salah satu pusat perhatian dalam percakapan iklim internasional. Kedua proyek dirancang untuk memberikan manfaat iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat secara terverifikasi. Lewat forum ini, APP juga mendorong keterlibatan awal calon mitra sekaligus memetakan minat pasar sebelum penerbitan kredit karbon berlangsung secara resmi.

“Lanskap Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan solusi iklim yang kuat secara ilmiah dan memberikan transformasi sosial,” ujar Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba. “Kami memperkenalkan dua proyek yang mencerminkan pendekatan Regenesis, yaitu memulihkan ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan dampak iklim jangka panjang berintegritas tinggi. COP30 menjadi platform ideal untuk mengajak para pelaku global bergabung dalam perjalanan ini.”

Baca juga : PBB Apresiasi NAP dan SNDC Indonesia pada COP30 Brazil

Acara tersebut juga menghadirkan sambutan dari pejabat senior Pemerintah Indonesia, termasuk Deputi Koordinator Bidang Aksesibilitas dan Keamanan Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Keamanan Pangan, Nani Hendiarti.

Adsense

“Indonesia berkomitmen mendorong solusi berbasis alam melalui pendekatan Public Private Community Partnership. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadirkan proyek karbon berintegritas tinggi sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat lokal,” ujar Nani. Ia menegaskan kedua proyek yang ditampilkan memberikan contoh konkret kolaborasi inovatif pemerintah, industri, dan mitra teknologi dalam memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan serta mendukung pencapaian target iklim global.

Nani menambahkan bahwa Indonesia terus membuka peluang kerja sama internasional untuk mempercepat momentum restorasi dan pengembangan proyek-proyek karbon berkualitas.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (2)

APP Group menampilkan dua proyek karbon yang saat ini tengah dikembangkan dan diproses untuk penerbitan kredit. Pertama, Riau Wetlands Heritage, yaitu proyek restorasi gambut seluas sekitar 90.000 hektare yang berfokus pada pemulihan hidrologi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pencegahan kebakaran jangka panjang.

Kedua, South Sumatera Elephant Pathway Carbon Reserve (SEPaC Reserve), yaitu inisiatif restorasi mangrove seluas lebih dari 8.210 hektare yang dirancang untuk melindungi koridor pergerakan gajah, meningkatkan mata pencaharian masyarakat, serta memberikan manfaat iklim pada skala bentang alam.

Melalui kegiatan ini, APP memanfaatkan COP30 sebagai platform strategis untuk berinteraksi dengan calon pembeli kredit karbon, sekaligus menyampaikan pembaruan mengenai status proyek, estimasi volume kredit, berbagai co-benefits, dan rencana jadwal penerbitan kredit yang diproyeksikan.

Baca juga : Fuel Terminal Baubau, Penggerak Energi Indonesia Timur

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense