Dark/Light Mode

Ekonom Global: Kebijakan Prabowo Bawa Indonesia Jadi Kekuatan Baru di Asia

Jumat, 14 November 2025 13:08 WIB
Ilustrasi kebijakan ekonomi Prabowo membawa Indonesia menjadi kekuatan baru di Asia (Gambar dibuat dengan ChatGPT)
Ilustrasi kebijakan ekonomi Prabowo membawa Indonesia menjadi kekuatan baru di Asia (Gambar dibuat dengan ChatGPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Disiplin fiskal dan stabilitas makro yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto menjadi fondasi utama penguatan ekonomi Indonesia pada 2025. Hal itu disampaikan Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed. Dia menilai, arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo telah membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di Asia.

Menurut Saeed, Indonesia memasuki tahun 2025 dengan kondisi makroekonomi yang solid dan stabil. Doktrin stabilitas makroekonomi Prabowo, yang menggabungkan kehati-hatian fiskal, pengendalian inflasi, serta ekspansi industri jangka panjang, mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,0–5,8 persen. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan terbaik di kawasan.

Baca juga : WHO: Kesehatan Dimulai dari Rumah, Indonesia Jadi Teladan Bangsa Tangguh

"Disiplin fiskal menjadi kekuatan utama. Pemerintah menjaga defisit anggaran di sekitar 2,7 persen terhadap PDB, sementara rasio utang publik dipertahankan di bawah 40 persen, mempertegas rekam jejak Indonesia sebagai negara dengan tata kelola makro yang stabil di tengah melemahnya posisi fiskal banyak negara di dunia," ungkap Saeed, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (14/11/2025).

Saeed menilai, pemerintahan Presiden Prabowo fokus pada tiga variabel kunci, yaitu stabilitas makroekonomi, tanggung jawab fiskal, dan kredibilitas pertumbuhan jangka panjang. Ketiganya menjadi fondasi yang memberi kepercayaan besar bagi para pelaku usaha dan investor internasional.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga dan Garuda Indonesia Hadirkan Tukar Poin MyPertamina

Di sisi moneter, inflasi tetap terkendali. Inflasi inti diproyeksikan berada di rentang 2,5–3,2 persen, mencerminkan kebijakan moneter Bank Indonesia yang terukur dan stabilnya rantai pasok nasional. Stabilitas harga ini dinilai menghasilkan kepastian yang dibutuhkan rumah tangga maupun pelaku industri.

Saeed juga menekankan bahwa rupiah kini menjadi jangkar kepercayaan baru. Dengan pergerakan di kisaran Rp 15.200–16.000 per dolar AS, stabilitas rupiah menunjukkan kuatnya neraca transaksi berjalan, manajemen devisa pemerintah, serta arus modal masuk yang semakin positif.

Baca juga : Mendagri: Kebijakan Pemda Harus Berdasar Data dan Teori Teruji

"Di tengah volatilitas global, rupiah muncul sebagai salah satu mata uang paling stabil di kawasan," lanjutnya.

Saeed menyimpulkan, kepemimpinan ekonomi Presiden Prabowo dikemas dalam satu tema, yaitu Indonesia First. Sebuah orientasi kebijakan yang menurutnya akan memperkuat fundamental, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong Indonesia menjadi kekuatan industri baru di Asia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.