RM.id Rakyat Merdeka - PT Dharma Polimetal Tbk menyiapkan strategi agresif untuk menjaga pertumbuhan di tengah perubahan industri otomotif. Perusahaan mengandalkan inovasi dan rencana akuisisi perusahaan plastik untuk menopang ekspansi tahun depan.
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkuat fokus ekspansi saat tekanan industri otomotif masih berlangsung. Perusahaan menekankan pentingnya langkah strategis baru agar .bisnis terus bertumbuh menghadapi dinamika pasar.
Pada Januari hingga September tahun ini, DRMA membukukan penjualan Rp 4,39 triliun di tengah pergeseran pasar. Nilai itu tumbuh 9,20 persen year on year dan menjadi bekal perusahaan menjaga momentum.
Laba bersih perusahaan juga bertahan positif dengan kenaikan 1,69 persen year on year. Total laba mencapai Rp 428,11 miliar pada periode yang sama dan memperkuat optimisme manajemen.
Segmen roda dua 2W menjadi motor utama pendapatan dengan nilai penjualan Rp 2,72 triliun pada sembilan bulan pertama. Segmen ini menyumbang 62 persen pendapatan konsolidasi perusahaan sepanjang tahun berjalan.
Baca juga : Wartsila Dukung Pusat Data Berbasis AI Lewat Teknologi Mesin Fleksibel
President Direktur PT Dharma Polimetal Tbk Irianto Santoso menegaskan pentingnya inovasi untuk menjaga keberlanjutan kinerja. Ia menyebut inovasi menjadi fondasi yang tidak boleh dilepaskan oleh perusahaan.
“Kami menjaga momentum pertumbuhan dengan inovasi,” ujar Irianto Santoso dalam konferensi pers yang digelar hybrid dari Jakarta, dikutip Jumat (21/11/2025).
Hingga kuart III-2025, DRMA tetap menjalankan strategi pertumbuhan organik sebagai dasar ekspansi. Perusahaan memperluas diversifikasi produk dan melakukan perbaikan proses produksi di sejumlah fasilitas.
Perusahaan juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui unit Dharma Connect DC. DRMA merilis Aki Lithium 12V 6Ah, Aki Lithium 12V 3,5Ah dan produk Battery Energy Storage System BESS.
Langkah lain adalah meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi fasilitas manufaktur. Penerapan otomatisasi membantu perusahaan menjaga produktivitas dan kualitas produk di seluruh lini.
Baca juga : Kemenko PMK Inisiasi Kolaborasi Pentahelix
“Kami menerapkan otomatisasi untuk memperbaiki produktivitas dan kualitas,” kata Irianto Santoso.
Keberhasilan strategi organik mendorong perusahaan menyiapkan strategi lanjutan melalui pertumbuhan anorganik. DRMA saat ini memproses rencana akuisisi PT Mah Sing Indonesia MSI sebagai bagian penting langkah ekspansi.
MSI merupakan perusahaan manufaktur plastik yang berada di bawah Mah Sing Group Berhad Malaysia. Akuisisi ini diharapkan memperkuat kapasitas produksi komponen untuk kendaraan roda empat 4W.
“Saat ini kami menyelesaikan dokumen proses akuisisi PT MSI,” tutur Irianto Santoso.
Jika akuisisi berjalan sesuai rencana, DRMA akan memiliki pijakan lebih kuat di pasar komponen plastik. Langkah ini menjadi strategi penting menghadapi perubahan teknologi kendaraan dan permintaan global.
Baca juga : Pemerintah Pacu Peningkatan Ekonomi Desa Lewat Hilirisasi Pertanian
“Akuisisi ini sejalan dengan ekspansi dan diversifikasi,” ujar Irianto Santoso.
DRMA menilai kombinasi inovasi, diversifikasi dan ekspansi anorganik sebagai jawaban atas dinamika industri otomotif yang bergerak cepat. Perusahaan berharap strategi itu menjaga pertumbuhan stabil pada masa transisi menuju 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.