Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
UAI dan Uni Emirat Arab Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Bahasa Arab
Rabu, 5 November 2025 11:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bersama Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta menggelar Forum Budaya UEA 2025, di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia, Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan. Kegiatan bertema “UEA sebagai Penghubung Bahasa Arab dengan Dunia Global” ini berlangsung dua hari, 28–29 Oktober 2025.
Forum menjadi ajang mempererat hubungan kebudayaan dan pendidikan antara Indonesia dan dunia Arab. Acara dihadiri para duta besar dan perwakilan delapan negara Timur Tengah, yakni Arab Saudi, Mesir, Aljazair, Tunisia, Mauritania, Qatar, Irak, dan Maroko.
Selain perwakilan diplomatik, hadir pula Menteri Luar Negeri periode 1999–2001 Alwi Shihab, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Prof. Amin Suyitno dari Kementerian Agama, Raden Usman Effendi dari Kementerian Kebudayaan, serta Krisdianto dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Turut hadir Prof. Uril Bahruddin, Ketua IMLA Indonesia; Bangun Budi Satriyo, Ketua MGMP Bahasa Arab DKI Jakarta; Abu Hurairah, Kabid LAZWAF Al Azhar; Tatang Komara, Takmir Masjid Agung Al Azhar; Ahmad Faisal Lubis, Kasi Keagamaan YPI Al Azhar; jajaran pimpinan UAI; serta kepala sekolah se-DKI Jakarta. Auditorium UAI juga dipenuhi peserta lomba Bahasa Arab dari tingkat SMA dan universitas.
Dalam sambutannya, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara UAI dan Kedutaan Besar UEA. Ia menegaskan, forum ini mencerminkan perhatian Uni Emirat Arab terhadap pelestarian Bahasa Arab di dunia.
Baca juga : Inter Milan Vs Kairat Almaty, Unjuk Dominasi Si Ular Besar
“Forum ini menjadi wujud nyata kepedulian Uni Emirat Arab terhadap pelestarian dan penyebaran Bahasa Arab. Melalui kolaborasi seperti ini, kita dapat membangun jembatan budaya yang lebih kuat antara dunia Arab dan Indonesia,” ujar Al Dhaheri.
Sementara itu, Rektor UAI Prof. Widodo Muktiyo, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang kolaborasi internasional. “UEA Cultural Forum bukan hanya sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol persahabatan dan kolaborasi akademik yang terus terjalin antara Indonesia dan negara-negara Arab,” tutur Widodo.
Ia berharap kemitraan ini terus berkembang melalui riset dan kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk pembentukan United Arab Emirates Corner di lingkungan UAI.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan final debat Bahasa Arab antar universitas dan seminar internasional bertajuk “Peran UEA dalam Menyebarkan Bahasa Arab”, menghadirkan dua pembicara utama: Ali Bin Tamim, Direktur Abu Dhabi Center untuk Bahasa Arab, dan Prof. Faisal Mubarak Seff dari IMLA Indonesia.
Forum Budaya UEA 2025 menjadi bukti komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia memperkuat diplomasi budaya dan peran Bahasa Arab di tingkat global. Melalui sinergi dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab dan berbagai lembaga pendidikan, UAI berupaya menjadi penghubung peradaban antara Indonesia dan dunia Arab.
Mengenal Lebih Dekat UEA
Baca juga : Wamenkop: Peran Universitas Perkuat Koperasi Dukung Kemajuan Ekonomi Daerah
Forum Budaya UEA 2025 berlanjut ke hari kedua dengan sesi sharing dan diskusi interaktif bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Uni Emirat Arab”. Lima alumni universitas di UEA menjadi narasumber: Muhammad Mualfi Fahrul Fanani, Faiz Ilyas Mukhtar, Muhamad Paisal Akbar, dan Amirah Husein Ahmad. Mereka berbagi pengalaman menempuh pendidikan di negeri Teluk tersebut.
Menurut para alumni, UEA bukan hanya dikenal lewat ikon modern seperti Dubai dan Burj Khalifa, tetapi juga lewat komitmennya mengembangkan pendidikan, kebudayaan, dan inovasi global.
Mereka memaparkan sejarah berdirinya UEA pada 2 Desember 1971, ketika enam dinasti sepakat membentuk satu negara: Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Fujairah, Umm Al-Quwain, dan Ajman. Kemudian, pada 10 Februari 1972, Ras Al-Khaimah bergabung sebagai emirat ketujuh. Abu Dhabi menjadi ibu kota negara, sementara Sharjah dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan.
Para narasumber juga menggambarkan sistem pendidikan di UEA yang modern, tertib, dan multikultural. Mereka memperkenalkan tradisi khas khushmak atau salam hidung yang melambangkan rasa hormat dan keakraban dalam budaya Arab.
“Pemisahan aktivitas pria dan wanita di UEA justru menciptakan rasa aman serta menjaga privasi perempuan,” ujar salah satu narasumber.
Baca juga : BNI dan ITS Dorong Filantropi Pendidikan Digital Lewat Dana Abadi ITS
Selain berbagi pengalaman, para alumni menjelaskan keunggulan masing-masing emirat: Abu Dhabi unggul di bidang perminyakan, Dubai di teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan Sharjah di pendidikan dan kebudayaan. Mereka juga memaparkan tata cara pendaftaran kuliah, peluang beasiswa, serta aktivitas Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) UEA di media sosial.
Menutup kegiatan, Dubes UEA Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan apresiasinya kepada Rektor, dosen, dan mahasiswa UAI. “Saya berharap acara ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan penyebaran bahasa Arab yang sangat indah dan luar biasa,” ujarnya.
Usai penutupan, Rektor UAI Prof. Widodo Muktiyo dan Dubes UEA menyerahkan hadiah serta piagam penghargaan kepada para pemenang lomba. Hari kedua forum juga dimeriahkan dengan Tari Melayu dan pertunjukan Angklung dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UAI. Forum Budaya UEA 2025 pun menjadi simbol eratnya hubungan diplomatik, budaya, dan akademik antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya