BREAKING NEWS
 

Tekan Biaya Bahan Bakar Pembangkit, PLN EPI Pacu Pengembangan LNG Midstream

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Rabu, 26 November 2025 06:27 WIB
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pengembangan proyek LNG midstream sebagai strategi menjaga keandalan suplai energi primer sekaligus menekan biaya pokok penyediaan listrik (BPP). Hal ini disampaikan dalam Knowledge Hub Electricity Connect 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). (PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pengembangan proyek LNG midstream sebagai strategi menjaga keandalan suplai energi primer sekaligus menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik.

Langkah ini penting mengingat kebutuhan listrik nasional terus meningkat, sementara pasokan gas pipa ke sejumlah sistem kelistrikan kian menurun.

Hal ini disampaikan dalam Knowledge Hub Electricity Connect 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) akhir pekan lalu. ‎ ‎

General Manager Unit Proyek (UP) GBM PLN EPI Agus Purnomo menjelaskan bahwa PLN EPI kini memegang peran sentral dalam penyediaan feedstock pembangkit PLN, mulai dari gas, LNG, BBM, batubara, hingga bioenergi termasuk pengembangan biogas.

“Kita melihat bahwa kebutuhan listrik terus naik sesuai RUPTL, dan PLN EPI harus memastikan ketersediaan feedstock untuk mendukung kesiapan pembangkit,” ujar Agus. ‎

Menurut Agus, proyeksi kebutuhan listrik nasional pada 2034 mencapai 511 Terawatt hour (TWh), masih didominasi Pulau Jawa, namun dengan pertumbuhan signifikan di Kalimantan dan Sulawesi.

Baca juga : Resmikan Pasar Tematik Di Parigi Moutong, Kemenkop Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal

Sementara itu, pasokan gas pipa terus menurun dan konsumsi BBM untuk pembangkit naik 10–15 persen sejak 2023.

“Kenaikan konsumsi BBM ini tentu membebani Biaya Pokok Produksi Listrik. Karena itu konversi BBM ke gas bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan,” katanya. ‎ ‎

Tahun ini, PLN EPI mencatat kebutuhan LNG mencapai sekitar 90 kargo dan diproyeksikan meningkat menjadi 104 kargo tahun depan. Dengan kapasitas pembangkit batubara yang tidak dapat bertambah, peningkatan kebutuhan energi tersebut akan dipenuhi dari LNG.

“Kami mengembangkan infrastruktur LNG midstream, agar sistem suplai bisa lebih fleksibel dan efisien. Demand dan supply harus terintegrasi,” jelas Agus. ‎

Adsense

‎Ia menambahkan bahwa integrasi tersebut memungkinkan pola multi-destination, di mana suplai LNG bisa dialihkan cepat ketika ada pembangkit yang mengalami gangguan. ‎

‎Dalam pengembangannya, proyek LNG midstreambke dua fase. Tahap pertama mencakup pembangunan fasilitas suplai di Nias, enam titik di Sulawesi–Maluku, delapan titik di Nusa Tenggara, dan empat titik di Papua Utara.

Baca juga : PTPN I Serahkan 57,5 Hektare Lahan HGU Untuk Pengembangan JLS Banyuwangi

Proyek Nias kini memasuki tahap akhir konstruksi dan ditargetkan commissioning pada akhir November atau awal Desember sebelum beroperasi penuh Januari 2026.

“Ketika klaster pertama ini beroperasi, kita bisa mengurangi penggunaan BBM hingga 2,3 juta kilometer per tahun dari sisi logistik,” ungkapnya. ‎

‎Setelah fase pertama selesai, pengembangan akan berlanjut ke klaster berikutnya, termasuk wilayah yang masih bergantung pada BBM seperti Halmahera Timur, Sanana, Sofifi, Morotai, Bangka Belitung, hingga beberapa titik di Kalimantan.

PLN EPI juga mempercepat proyek penguatan suplai gas di Jawa-Madura-Bali mengingat pasokan gas pipa dari Sumatera dan Jawa Timur diperkirakan semakin ketat.

Sejumlah Floating Storage Regasification Unit (FSRU), baru tengah direncanakan antara lain FSRU Jawa Barat 2 di Muara Tawar, serta FSRU di Bali, Cilegon, Kalbar, Kalselteng, Pomala, dan Stargate. ‎ ‎

“FSRU Jawa Timur akan menjadi penopang tambahan suplai jaringan transmisi gas, terutama untuk mendukung penambahan pembangkit CCCT Jawa–Bali 3,” jelas Agus. ‎

Baca juga : Langkah PGN Bisa Kurangi Ketergantungan BBM Fosil

‎Ia menegaskan bahwa keberhasilan eksekusi proyek-proyek tersebut membutuhkan dukungan seluruh mitra dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, konversi BBM ke gas tidak hanya meningkatkan efisiensi pembangkitan dan menurunkan BPP, tetapi juga mempercepat pemanfaatan energi yang lebih bersih. ‎

‎“Kami idak bisa berjalan sendiri. PLN EPI mengundang seluruh partner untuk berkolaborasi agar suplai energi primer tetap andal, baik di Jawa, Bali, maupun luar Jawa. Bersama, kita wujudkan ketahanan energi yang efisien, bersih, dan andal” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense