Dark/Light Mode

PTPN I Serahkan 57,5 Hektare Lahan HGU Untuk Pengembangan JLS Banyuwangi

Minggu, 26 Oktober 2025 13:50 WIB
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas (tengah) bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Pantai Selatan di Banyuwangi. (Foto: PTPN I)
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas (tengah) bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Pantai Selatan di Banyuwangi. (Foto: PTPN I)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jalan Lintas Selatan (JLS) Pantai Selatan (Pansela) Jawa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggunakan lahan PTPN I seluas 57,5 hektare atau sepanjang 23,9 kilometer. Lahan tersebut merupakan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I Regional 5 (eks PTPN XII) di bawah pengelolaan Kebun Kalirejo, Kebun Kedunglembu, dan Kebun Malangsari.

JLS mulai dibangun pada 2003 dan masuk Program Strategis Nasional, tetapi pembangunan jalan yang menghubungkan Jember, Banyuwangi, sampai Pelabuhan Ketapang itu belum selesai. Sinergi dan langkah strategis untuk menuntaskan proyek ini dimatangkan dalam rapat koordinasi di Pemkab Banyuwangi, Jumat (23/10/25).

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas hadir pada rakor yang dipimpin Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Pertemuan ini melibatkan pejabat kunci, termasuk Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo, Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanian Kementerian ATR/BPN Embun Sari, perwakilan dari Perhutani, dan para pejabat utama lainnya.

Baca juga : Prabowo Jadikan Hari Santri Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan

Merespons dinamika dan laporan progres pembangunan jalan tersebut, Teddy menyatakan, pihaknya mendukung penuh proyek yang akan sangat berdampak bagi perekonomian kawasan dan mobilitas warga itu.

Dia mengatakan, PTPN I tidak keberatan terhadap aset yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan yang lebih besar. Meski begitu, sebagai perusahaan negara, pihaknya tetap tunduk dan patuh kepada regulasi nasional yang berlaku.

“Kalau memperhitungkan potensi, kebun kami yang berada di Malangsari, Kalirejo, dan Kedunglembu itu sangat potensial. Ada tanaman kopi, karet, dan beberapa komoditas andalan kami lainnya, tetapi demi kemaslahatan yang lebih besar dan lebih berdampak, kami sangat mendukung,” kata dia usai mengikuti Rakor didampingi Sekretaris Perusahaan Aris Handoyo.

Baca juga : PAMA dan Yayasan Astra Buka LPB ke-11 untuk Kembangkan UMKM Berau

Teddy meminta semua keputusan dan kesepakatan yang diambil dari rakor ini tetap mempertimbangkan beberapa aspek strategis masing-masing pihak. PTPN I sebagai pemegang hak sebagian lahan yang digunakan, tetap harus mendapat manfaat yang memadai tanpa mengurangi hak pihak lain.

“Kami berharap melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, dapat ditemukan solusi yang adil dan konstruktif terhadap lahan HGU kami yang terdampak. Tujuannya agar proses pembangunan berjalan tanpa mengganggu kelangsungan usaha perkebunan," ujar Teddy.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan, secara teknis PTPN I siap memberikan dukungan data dan kajian lapangan yang diperlukan guna mempercepat proses penyelesaian.

Baca juga : Pertamina Siapkan Peta Jalan Peningkatan Produksi BBM Dan LPG

Aris memastikan, pihaknya siap bekerja sama dan berkomitmen membangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan instansi terkait.

"Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen PTPN I dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur nasional, dalam hal ini JLS, dan keberlanjutan sektor perkebunan sebagai pilar ekonomi di wilayah kerja PTPN I Regional 5," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.