Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (56)
Peran Khalifah Al-Ma’mun dalam Mengembangkan Sains
Jumat, 10 Oktober 2025 05:18 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan sains dan teknologi pada masa pemerintahan Khalifah Al-Ma’mun benar-benar sangat mengesankan. Ia sendiri turun tangan memberikan bantuan, dukungan, dan perlindungan terhadap institusi Baitul Hikmah.
Al-Ma’mun menggunakan pendekatan yang objektif dan rasional dalam mengembangkan dunia sains pada masanya. Ia sangat gemar berdiskusi dan menciptakan suasana yang kondusif untuk berdialog, baik antarilmuwan di Baitul Hikmah maupun dengan ilmuwan dari luar institusi tersebut.
Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Peran Cemerlang Khalifah Al-Ma’mun
Salah satu dampak besar dari pengaruh Al-Ma’mun adalah berkembangnya ilmu-ilmu dari Yunani, Eropa, dan Asia—khususnya melalui jalur Spanyol. Karya-karya ilmuwan Muslim yang berkembang di Baitul Hikmah kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 dan menjadi fondasi penting bagi lahirnya Renaisans Eropa. Sistem pendidikan yang terbuka bagi siapa pun—mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga dewasa—juga menjadi warisan penting masa itu.
Kolaborasi antara ilmuwan umum dan ilmuwan agama terjalin secara indah dan utuh. Dampaknya, terjadi integrasi keilmuan yang menyeluruh, tanpa dikotomi tajam antara ilmu umum dan ilmu agama sebagaimana yang muncul pasca keruntuhan Baghdad.
Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Peran Harun Al-Rasyid
Kolaborasi dan integrasi ini tidak terlepas dari kepiawaian Al-Ma’mun, yang selain sebagai khalifah juga merupakan seorang ulama dan ilmuwan. Hanya saja, karena lebih dikenal sebagai khalifah, peran intelektualnya seringkali tidak terlalu menonjol.
Padahal, Al-Ma’mun sejatinya adalah sosok multi talenta. Ia menjadi pemimpin yang bijaksana, serta membuka peluang bagi orang-orang non-Arab dan non-Muslim untuk bergabung di Baitul Hikmah.
Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pengantar
Sesuai dengan namanya, Baitul Hikmah (Rumah Kearifan), lembaga ini benar-benar mengubah wajah peradaban dunia. Kebenaran tidak lagi dimonopoli oleh segelintir orang, mazhab, kelompok agama, atau blok-blok sosial tertentu. Baitul Hikmah menjelma menjadi sebuah “Rumah Besar untuk Kemanusiaan” (The Big House of Humanity).
Yang berkembang pada masa Al-Ma’mun bukan hanya ilmu pengetahuan, filsafat, dan sains, tetapi juga stabilitas ekonomi dan politik yang mengalami kemajuan pesat. Ia berhasil mengumpulkan dana untuk menggaji para ilmuwan serta mendanai berbagai kegiatan penelitian. Dalam bidang politik, Al-Ma’mun menerapkan prinsip keterbukaan dan transparansi, sehingga mampu menciptakan stabilitas yang langgeng.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya