RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menyelesaikan kegiatan Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL) pada Sumur LD-10 Lapangan Lima, yang berlokasi di lepas pantai utara Jawa Barat. Sumur LD-10 mencatat hasil uji produksi sebesar 1.097 BOPD dengan kadar air 6 persen, pada Selasa (25/11/2025).
Uji produksi sumur LD-10 ini dilakukan menggunakan metode injeksi gas lift.
Direktur PHE ONWJ Rachmat Hidajat mengatakan, injeksi gas lift merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan aliran minyak dari sumur ketika tekanan alami sumur tidak mampu mendorong fluida ke permukaan.
“Dengan cara ini, aliran fluida bisa lebih stabil,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).
Baca juga : Pertamina Perkuat Sektor Hulu, 7 Anak Usaha Dominasi Produksi Migas Nasional
Kegiatan KUPL ini menargetkan lapisan L-30 dan L-29 (Formasi Main) yang merupakan kompartemen baru di area timur laut Lapangan Lima.
Penentuan target ini didukung oleh evaluasi dan analisa petrofisika yang menghasilkan pembuktian potensi baru berdasarkan perbandingan dengan struktur lain di Lapangan Lima.
“Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen dan kerja nyata PHE ONWJ dalam upaya meningkatkan produksi migas untuk mendukung kemandirian energi nasional,” kata Rachmat.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang tepat dan eksekusi yang disiplin, perusahaan dapat menemukan peluang baru dari aset-aset mature.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Penuhi Permintaan Pasokan BBM untuk BP-AKR
Secara operasional, sumur LD-10 merupakan sumur lama yang sudah tidak berproduksi sejak 2019, namun masih memiliki potensi untuk dioptimalkan kembali.
“Program kerja ulang ini berlangsung selama 24 hari, dan berhasil diselesaikan dengan biaya yang efisien, 82,15 persen dari anggaran yang disetujui SKK Migas,” ucapnya.
Pekerjaan di Sumur LD-10 akan melanjutkan dengan rangkaian uji produksi lanjutan, dan kemudian dialirkan dengan laju optimum melalui optimasi injeksi gas lift untuk menjaga stabilitas laju produksi.
Sementara itu, General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menambahkan, selanjutnya, PHE ONWJ akan terus menjalankan upaya-upaya operasi hulu migas berkelanjutan lainnya.
Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2025 Hasilkan Cuan bagi UMKM Lokal
Baik melalui optimasi lapangan, inovasi teknologi, maupun peningkatan efisiensi operasi. “Ini sejalan dengan prinsip Safer, Faster, Better,” ujar Muzwir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.