BREAKING NEWS
 

BSN Ajak Santri Perkuat Literasi Ekonomi Syariah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 4 Desember 2025 20:38 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor (ketiga kanan) menyerahkan bantuan kepada Dosen Fakultas Ekonomi Dan Manajemen UNIDA Gontor Royyan Ramdhani Djayusman (kiri), Wakil Rektor II Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) Setiawan bin Lahuri (kedua kiri), didampingi Corporate Secretary BSN Dody Agoeng (kedua kanan), dan Kepala BTN Syariah Solo Toni Ardiansyah (kanan) pada kuliah umum di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Madiun, Kamis (4/12/2025). (Foto: BSN)

RM.id  Rakyat Merdeka -  PT Bank Syariah Nasional (BSN) berkomitmen menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah diharapkan bisa memenuhi layanan syariah inklusif di Indonesia.

BSN yang sebelumnya merupakan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau (UUS BTN), selama lebih dari 20 tahun telah menjadi salah satu pilar dalam memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia melalui solusi pembiayaan yang inovatif.

"Dalam menggerakkan ekonomi syariah, pesantren memiliki lima peran penting yakni sebagai pusat edukasi dan literasi, penggerak UMKM syariah, penguatan inklusi keuangan syariah, penguat ekonomi halal dan sebagai laboratorium ekonomi syariah," kata Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor, saat menyampaikan Kuliah Umum bertajuk "Peran Pesantren dalam Transformasi Ekonomi dan Perbankan Syariah yang Berkelanjutan di Era Digital", di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (4/12/2025).

Alex yang menjadi salah satu dosen tamu dalam rangkaian acara 13th ASEAN International Conference of Islamic Finance (AICIF) 2025 sekaligus peringatan 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.

Baca juga : Tim Ekonom BSI: Program Prioritas Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Di 2026

Alex menambahkan, bahwa peran pesantren sebagai pusat edukasi dan literasi ekonomi syariah di Indonesia masih kecil perannya dibandingkan dengan Malaysia.

Berdasarkan data Islamic Finance Literasi, peran pesantren sebagai pusat edukasi dan literasi ekonomi syariah di Indonesia angkanya baru mencapai 39,11 persen, sementara di Malaysia mencapai 80,2 persen.

BSN mengajak kalangan pesantren maupun santri di seluruh Indonesia berkolaborasi dalam upaya meningkatkan peran sebagai pusat edukasi dan literasi ekonomi syariah.

Adsense

BSN usai resmi menerima limpahan aset dan liability dari UUS BTN saat ini memiliki 36 kantor cabang 83 KCPS serta lebih dari 2.098 e-channel (ATM dan CRM).

Baca juga : BBM Mulai Lancar, Listrik Dikebut Menyala Lagi di Sumbar

BSN akan memperluas jangkauan layanannya tersebut dengan produk-produk baru yang unik dan inovatif seperti KUR Syariah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum termasuk yayasan pesantren maupun para santri untuk membuka usaha.

Selain itu BSN sedang menyiapkan aplikasi digital banking, yang diharapkan dapat memberikan pengalaman nasabah terbaik melalui layanan digital dan finansial yang komprehensif.

Adapun layanan tersebut diharapkan akan memberikan kemudahan transaksi layanan perbankan dengan cara yang lebih aman, cepat dan mudah serta sesuai dengan prinsip syariah.

Sementara itu Wakil Rektor II Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) Setiawan bin Lahuri mengatakan, bahwa kuliah umum yang dilakukan BSN ini tentunya memberikan masukan yang penting bagi mahasiswa UNIDA Gontor. 

Baca juga : Misbakhun Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Sumatera Pasca-Bencana

"Kita yang ada di pesantren ini tetap memiliki peran yang krusial dalam perkembangan perbankan nasional," tutur Setiawan.

Setiawan menambahkan, kegiatan tersebut juga membuka wawasan mahasiswa bahwa mengembangkan ekonomi syariah di pesantren ini sangatlah memiliki peluang yang sangat besar.

"Harapan kita kepada BSN besar sekali. Kita berharap BSN bisa menjadi mitra utama pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus mitra utama kampus-kampus dan UMKM  agar pemberdayaan sektor ril terwujud," ujar Setiawan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense