BREAKING NEWS
 

Sport Tourism Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

BUMN dan Negara Dorong Event Olahraga Sebagai Kebijakan Strategis

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 9 Desember 2025 06:35 WIB
COO Danantara Dony Oskaria (kiri) foto bersama Menpora Erick Thohir usai diskusi Sports as Destination: Unlocking Indonesia’s Tourism Potential di Indonesia Sports Summit 2025, Jakarta, Minggu (7/12/2025). (Foto: Dok. Kemenpora)

 Sebelumnya 
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa sport tourism merupakan salah satu sumber utama pendapatan ekosistem pariwisata. Survei Expedia Group menunjukkan, 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri demi menyaksikan event olahraga. 

Wisatawan olahraga dikenal sebagai kelompok dengan tingkat belanja tinggi, dengan rata-rata pengeluaran sekitar 1.600 dolar AS atau setara Rp 26,6 juta per kunjungan. Secara global, sport tourism menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisatawan dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen pada periode 2023–2030. 

“Karena itu, Indonesia harus bergerak cepat dan strategis,” ujar Widiyanti. 

Baca juga : SDM Industri Mampu Jadi Penggerak Inovasi Digital

Ia menilai Indonesia memiliki banyak fasilitas olahraga ikonik yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata sepanjang tahun. Sejumlah event nasional telah memberikan dampak ekonomi nyata, seperti Jakarta Running Festival, Tour de Banyuwangi Ijen, serta Pocari Sweat Run di Lombok yang menarik 9 ribu peserta, dengan 70 persen berasal dari luar daerah. 

“Event ini menghasilkan dampak ekonomi Rp 85,5 miliar yang menggerakkan akomodasi, restoran, transportasi, dan UMKM lokal,” ungkapnya. 

Widiyanti mendorong sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menyusun strategi sport tourism yang terintegrasi, melibatkan federasi olahraga, pelaku swasta, investor, serta komunitas. 

Baca juga : Perbanyak Kantong Parkir Dan Rekayasa Lalu Lintas

“Tujuannya agar sport tourism tak hanya membanggakan, tapi memberi manfaat ekonomi dan sosial,” ujarnya. 

Sementara itu, Dony menjelaskan pengembangan sport tourism perlu dilihat dalam kerangka yang lebih luas. Ia menyebut tiga pilar utama yang mendorong dampak ekonomi, yakni pameran internasional, forum global, serta event hiburan berskala besar. 

Ia juga menyinggung pentingnya pendanaan jangka panjang melalui skema khusus seperti Sustainability Tourism Fund, yang pernah dirancang untuk menopang penyelenggaraan event-event besar secara berkelanjutan. 

Baca juga : Nadiem Bakal Didakwa Rugikan Negara Rp 2,1 T

“Waktu saya bersama Pak Erick Thohir di Kementerian BUMN, kami mulai merancang roadmap dana ini. Kini sudah diteruskan di Kemenpar, jadi mari kita dukung,” katanya. 

Menutup paparannya, Dony menekankan perlunya keberanian untuk bersaing secara regional. 

“Sport tourism harus menjadi enabler utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebagai bagian dari kebijakan negara yang terintegrasi,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense