Dark/Light Mode

Presiden Turun ke Titik Krusial Bencana di Aceh

Sawah Rusak Diperbaiki, Utang Petani Dihapus

Senin, 8 Desember 2025 08:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan di daerah terdampak banjir di Aceh, Minggu (7/12/2025). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan di daerah terdampak banjir di Aceh, Minggu (7/12/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto kembali turun langsung ke sejumlah titik krusial terdampak banjir di Aceh, Minggu (7/12/2025). Di hadapan korban banjir, Kepala Negara berjanji akan memperbaiki sawah yang rusak, membangun jembatan yang putus, dan menghapus utang petani.

Prabowo berangkat pagi-pagi dari Jakarta menuju Aceh. Pesawat Kepresidenan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.55 WIB. Turut mendampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Pesawat Kepresidenan mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda pukul 10.20 WIB. Kedatangan Prabowo disambut Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Prabowo menyalami Sjafrie, lalu Mualem sambil menepuk pundaknya, gestur dukungan moral kepada pemerintah daerah yang sedang berjibaku menangani dampak bencana.

Dari bandara, rombongan bergerak menuju titik-titik terdampak bencana. Di antaranya Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, ruas vital yang menghubungkan Bireuen dengan Bener Meriah dan Takengon. Jalur ini merupakan koridor penting distribusi logistik bantuan dan mobilitas masyarakat di dataran tinggi Gayo. Kerusakan yang terjadi di titik ini membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan sempat terhambat.

Di lokasi tersebut, Prabowo melihat kondisi lapangan, termasuk kerusakan pada lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan ribuan warga. Ia menegaskan, Pemerintah akan menangani seluruh kerusakan dengan cepat, terutama infrastruktur bendungan dan persawahan.

“Sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya. Petani-petani nggak usah khawatir,” ucapnya.

Prabowo kemudian memastikan kebijakan penghapusan utang petani, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian yang terdampak langsung oleh bencana. Pemerintah menilai, situasi ini masuk kategori keadaan memaksa.

“Utang-utang gugur karena ini kejadian luar biasa. Utang akan dihapus. Ini bukan kelalaian, tapi force majeure,” terangnya.

Baca juga : Presiden Cicipi Menu Tongkol di Pengungsian

Selain itu, Pemerintah menyiapkan dukungan logistik pangan untuk mengantisipasi turunnya produksi akibat sawah dan bendungan yang rusak. Presiden menginstruksikan pengiriman cadangan pangan pemerintah ke seluruh wilayah terdampak di Aceh.

“Kalau sawahnya rusak, kita bantu perbaiki. Sementara belum sepenuhnya (pulih), pangan akan kita kirimkan. Cadangan kita cukup banyak,” terangnya.

Dari kawasan persawahan, rombongan bergerak menuju pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane yang dibangun untuk memulihkan akses transportasi utama. Jembatan ini menjadi jalur vital yang sempat terputus akibat banjir, membuat akses ke wilayah tengah Aceh terhambat selama beberapa hari.

Sesampainya di lokasi konstruksi, Presiden turun langsung ke tepi aliran sungai yang masih deras dan keruh. Mantan Menteri Pertahanan ini menyaksikan deretan alat berat, mulai dari ekskavator hingga loader, yang bekerja memperkuat fondasi dan menambah timbunan batu gajah. Para pekerja, baik dari TNI maupun Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bahu-membahu agar jembatan darurat ini dapat segera difungsikan.

“Diharapkan satu minggu sudah bisa buka dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” ujar Prabowo.

Kepala Negara memastikan, Pemerintah akan memperbaiki seluruh jembatan yang rusak akibat bencana. “Kita lihat semua usaha kita kerahkan, nanti semua jembatan kita perbaiki,” tegasnya.

Dalam dialog dengan para petugas dan warga sekitar, Prabowo kembali menegaskan bahwa seluruh elemen Pemerintah bergerak cepat dan bekerja berkoordinasi. “Kerja semua instansi baik. Bahu-membahu sama rakyat sama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses pemulihan, Prabowo menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Komandan Satgas Percepatan Perbaikan Infrastruktur. Ia menilai, pasukan Zeni TNI AD memiliki kemampuan teknis dan kesiapan yang diperlukan untuk menangani kerusakan di medan sulit.

Baca juga : Mayat Bergeletakan Di Jalan, Dibawa Ke Kuburan Pake Becak

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Prabowo meminta agar pemulihan layanan listrik dilakukan secepat mungkin. “Kementerian ESDM, lampu menyala sudah?” tanya Prabowo, kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. 

Bahlil, yang sudah berada di Aceh sejak beberapa hari lalu, menyatakan bahwa pemulihan hampir sepenuhnya selesai. Ia memastikan, masyarakat Aceh tak bakal lagi tidur dalam gelap.

“Malam ini nyala, Pak. Malam ini. Seluruh Aceh 97 persen, malam ini Aceh semua menyala,” ujar Bahlil.

Mendengar laporan tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam pemulihan. “Terima kasih. Ini musibah, tantangan yang kita coba, ini pimpinan baru satu tahun, Presiden satu tahun, Gubernur satu tahun, Bupati satu tahun, tapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” jelas dia.

Usai kunjungan lapangan, Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah kementerian/lembaga, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Sejumlah pejabat tiba di posko sejak pukul 18.20 WIB. Anggota Kabinet Merah Putih yang hadir di antaranya Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri PU Dody Hanggodo, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAL Laksamana Muhammad Ali, KSAU Marsekal Tonny Harjono, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Dirut PLN Darmawan Prasodjo

Dalam laporannya, Kepala BNPB menyampaikan perkembangan data korban serta kondisi wilayah yang masih terisolasi di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Ada pula akses jalan nasional yang masih putus di Merudu–Pidie Jaya, Kota Bireuen–Bener Meriah di Taping Mane, serta Kota Bireuen–Aceh Utara.

"Ada dua kabupaten/kota di Bireuen yang belum bisa diakses dari darat," ungkap Suharyanto.

Untuk logistik, Suharyanto menyampaikan terpusat di Lanud Sultan Iskandar Muda dengan stok mencapai 166,8 ton. Bantuan yang masuk tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga pakaian dan kebutuhan lain. 

Baca juga : “TNI-Polri Buka Jalur Salurkan Donasi Sampai Lokasi Terisolir”

Untuk jaringan komunikasi, dari 18 kabupaten/kota di Aceh, 15 telah pulih dan lima wilayah sementara menggunakan Starlink. "Tidak ada lagi yang tidak bisa berkomunikasi," terang Suharyanto.

Untuk listrik, diperkirakan seluruhnya pulih 100 persen siang ini. "Sementara sumber air masih terkendala di Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, dan Bener Meriah," terangnya.

Pasokan BBM di Aceh Tamiang juga mulai membaik setelah jalur darat terbuka. "Tujuh SPBU sudah kembali beroperasi," ujar Kepala BNPB. 

Untuk LPG, Aceh Tengah belum bisa dilalui jalur darat sehingga distribusi menggunakan udara. Selain itu, ratusan wilayah terisolir telah mendapat kiriman logistik lewat udara, namun distribusi perlu terus ditambah. 

Layanan kesehatan pun perlahan membaik. Dari 65 rumah sakit, 58 sudah beroperasi. Untuk Puskesmas, dari 309, 251 telah kembali melayani warga.

Dalam rapat itu, BNPB juga melaporkan kondisi di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara). BNPB dibantu berbagai pihak terus melakukan distribusi bantuan. Perbaikan infrastruktur juga terus dikebut.

Kepada para peserta rapat, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penyediaan lahan bagi warga terdampak. Dia menegaskan, semua pihak harus ikut berjuang memberi bantuan kepada korban bencana.

"Lahan disediakan ATR/BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional). Kalau bisa HGU (Hak Guna Usaha) dicabut sementara, dikurangi. Ini kepentingan rakyat lebih penting, lahan harus ada," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.