Dark/Light Mode

Aktivitas Ekonomi Aceh Mulai Menggeliat

Presiden Cicipi Menu Tongkol di Pengungsian

Senin, 8 Desember 2025 08:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat mencicipi tongkol pedas, di Posko Pengungsian Bencana Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat mencicipi tongkol pedas, di Posko Pengungsian Bencana Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mencicipi tongkol pedas yang disajikan di posko pengungsian korban banjir di Aceh. Prabowo ingin memastikan makanan bagi para pengungsi sehat dan lezat.

Hal itu dilakukan Kepala Negara saat meninjau Posko Pengungsian Bencana Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Kedatangan Prabowo disambut antusias ratusan pengungsi. Prabowo menyapa dengan hangat sambil berbincang dengan warga. Sesekali, Prabowo mengusap kepala anak kecil yang digendong orang tuanya.

Beres ngobrol dengan pengungsi, Prabowo bergeser ke dapur untuk memastikan kualitas dan kecukupan gizi makanan bagi para korban. Mantan Menteri Pertahanan ini lalu meminta izin kepada juru masak untuk mencoba hidangan yang dimasak.

"Ada sendok? Saya mau coba," ucap Prabowo.

Ibu-ibu juru masak sigap menyendokkan sepiring menu ikan tongkol untuk dicicipi Prabowo. Tanpa ragu, Prabowo pun mencoba menu tersebut. "Pedes ya ini," ucapnya.

Baca juga : Parpol Rame-rame Bantu Korban Bencana Sumatera

Di momen yang sama, petugas dapur lainnya meminta komentar Prabowo soal rasa masakan tersebut. "Enak nggak, Pak?” tanyanya. "Enak, ini ikan tongkol," jawab Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo memantau posko pengungsian lain di Kampoeng Pante Baro, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Di posko ini, Prabowo menghampiri masyarakat satu per satu dan menjabat tangan mereka.

Ada momen menyentuh, Prabowo mencium anak kecil yang sedang berada di gendongan ibunya. Prabowo dengan seksama mendengarkan keluhan serta cerita pilu ibu itu mengenai rumah mereka yang rusak akibat bencana. 

"Rumah saya sudah diambil sungai Pak (hanyut terbawa banjir). Tidak ada rumah lagi, Pak," kata ibu itu sembari menangis.

Suasana semakin haru ketika sejumlah warga lain juga menangis saat menyampaikan kondisi mereka kepada Presiden. Dengan suara lembut, Prabowo menepuk bahu pengungsi yang menangis dan memeluknya. "Sabar ya, sabar," ucapnya.

Baca juga : BRI Pastikan Pelayanan Perbankan Tetap Jalan

Di posko pengungsian ini, terdapat sekitar 532 warga dari Dusun Kayee Jato, yang kini menempati dua tenda besar. Posko telah dilengkapi posko kesehatan, fasilitas air bersih, dan dapur umum yang beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makan pengungsi.

Di setiap kesempatan meninjau posko pengungsian, Prabowo selalu mengunjungi dapur untuk memastikan stok kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk memastikan makanan yang disajikan tidak hanya cukup, tetapi juga layak dan bergizi.

Presiden menegaskan komitmen Pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh terpenuhi. Prabowo memastikan bahwa suplai bahan pangan telah diantisipasi dan akan dikirim dari berbagai daerah lain.

"Pangan akan kita kirim dari tempat lain. Cadangan-cadangan masih cukup banyak," terangnya.

Aktivitas Ekonomi Warga

Aktivitas ekonomi warga di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana mulai bergeliat. Di antaranya di Kabupaten Pidie Jaya dan di Aceh Tamiang.

Baca juga : Pemerintah Gaspol Beri Bantuan Beras Dan Migor

Di Pidie Jaya, mulai berjalannya aktivitas ekonomi terlihat dari mulai beroperasinya swalayan, toko kelontong, dan tempat pangkas rambut. Kehidupan masyarakat di Pidie Jaya memang belum sepenuhnya pulih. Banyak rumah masih tertutup lumpur bercampur air. Masyarakat berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka. Pedagang memilah barang dagangan yang masih bisa dijual.

Junaedi, Geuchik Gampong Boangan, Kecamatan Meurah Dua mengatakan, semangat masyarakat, terutama di Kecamatan Meurah Dua, ingin aktivitas ekonomi kembali normal. "Masyarakat ingin cepat beraktivitas walau di sini masih banyak yang tinggal di pengungsian karena rumahnya masih ada lumpur. Kami terima kasih sudah banyak bantuan beras dan lain-lain. Tapi kami kekurangan air," ungkap Junaedi.

Akses jalan di Kecamatan Meurah Dua, juga tidak ada masalah. Hanya ada genangan di beberapa titik. Keberadaan jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Sebab jalan utama yang menghubungkan Aceh-Medan terputus.

Di Aceh Tamiang, aktivitas ekonomi bergeliat di Pasar Kuala Simpang. Meski proses pembersihan pasar dari lumpur belum selesai, tak menghalangi sebagian warga dan pedagang untuk melakukan jual beli. Sejumlah masyarakat berdagang sayuran dan bahan pokok lain di pinggir jalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.