RM.id Rakyat Merdeka - Pasar crypto telah mengalami tren kenaikan dan penurunan sepanjang 2025. Salah satu strategi paling banyak digunakan oleh trader dan investor adalah strategi buy the dip.
Apa itu strategi buy the dip dan memberikan 3 strategi yang bisa diterapkan investor kripto! Apa itu Strategi Buy The Dip?
Buy the dip adalah strategi investasi yang umum digunakan di pasar crypto dan saham. Strategi ini merujuk pada metode sederhana membeli ketika harga turun dengan ekspektasi bahwa harga akan pulih.
Di pasar crypto, strategi ini sangat populer di kalangan investor pemula karena sederhana dan mudah dilakukan. Strategi yang baik adalah membeli koreksi harga dalam tren naik yang kuat dan meraih keuntungan sebelum tren tersebut berbalik.
Contoh di bawah ini menunjukkan betapa menguntungkannya melakukan buy the dip pada aset SOL sepanjang 2024. Ini merupakan contoh yang baik tentang cara membeli dip di pasar bullish.
3 Pola Grafik dan Strategi untuk Membeli Dip
1. Rounding Bottom
Baca juga : BRI Perkuat Tata Kelola Dan Akselerasi Kinerja
Rounding bottom adalah pola grafik yang sering terbentuk saat tren bearish akan selesai. Pola in ditemukan di akhir tren penurunan yang panjang dan menandakan pembalikan harga.
Secara visual, pola ini berbentuk “U”. Pola ini juga disebut dengan rounding bottom karena kesederhanaan pergerakan harga (higher low yang diikuti oleh higher high).
Dalam pola rounding bottom, pemulihan aset terjadi secara lambat dan stabil. Harga sering berfluktuasi di dekat level terendah, secara perlahan membentuk higher low sambil mendekati resistance sebelumnya.
Selain itu, perhatikan pola lain yang sering terjadi dalam rounding bottom, seperti double bottom.
2. Membeli pada Fase Akumulasi Wyckoff
Menurut teori Richard Wyckoff, fase akumulasi adalah fase yang terjadi setelah suatu aset mengalami tren turun yang berkepanjangan dan akhirnya harga stabil.
Dalam fase akumulasi, harga menetap dalam suatu jarak harga (bergerak sideways). Namun, Wyckoff berpendapat bahwa trader “smart money” akan mengakumulasi aset selama fase ini.
Baca juga : INDODAX–HashKey Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Aset Digital
Pada fase Fase akumulasi Wyckoff, dapat terlihat pola seperti rounding bottom, triple bottom, V-reversal, double bottom, atau bahkan cup and handle.
Aspek penting dari tahap akumulasi adalah volume yang stabil dan/atau mulai meningkat kembali. Trading dalam fase akumulasi Wyckoff menggunakan strategi buy the dip serupa dengan pola rounding bottom.
3. Melakukan Buy the Dip dalam Tren Kenaikan
Menerapkan strategi buy the dip dalam tren kenaikan yang kuat adalah skenario ideal.
Dalam tren ini, penurunan harga biasanya bersifat sementara dan harga pada akhirnya akan kembali melanjutkan tren. Seperti terlihat di atas, membeli koreksi besar di bawah $2 pada SUI akan memberikan profit lebih dari 150 persen (jika dijual sekitar $5).
Cara Membeli Aset Crypto di Pintu Kamu bisa membeli aset crypto di Pintu dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Masuk ke homepage aplikasi Pintu.
Baca juga : Pertamina Hadirkan Inovasi Energi Bersih Di Tengah Kemarau Boyolali
2. Masuk ke laman Market, cari aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, atau XRP.
3. Di halaman token, kamu bisa melihat grafik pergerakan harga aset dalam jangka waktu 24 jam, 1 minggu, 1 bulan, hingga 1 tahun.
4. Setelah berada di halaman token, klik Buy atau Beli dan masukkan nominal.
5. Klik Lanjutkan.
6. Anda sudah berhasil membeli aset crypto! Keamanan sebagai pengguna Pintu terjamin, karena Pintu diawasi oleh OJK dan CFX.
Selain trading, Pintu juga memungkinkan kita untuk belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.