Dark/Light Mode

Hijaukan Bumi, Strategi Pertagas Kurangi Emisi

Selasa, 29 Juli 2025 20:17 WIB
Hijaukan Bumi, Strategi Pertagas Kurangi Emisi

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, makin serius mendukung pengurangan emisi karbon lewat program penghijauan bumi.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini tak cuma bikin lingkungan makin hijau, tapi juga bawa manfaat ekonomi buat masyarakat.

Corporate Secretary Pertagas Sulthani Adil Mangatur bilang, program ini bagian dari komitmen mendukung target pemerintah dan Pertamina Holding dalam menurunkan emisi karbon dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Pertagas secara berkelanjutan terus menjalankan program TJSL untuk mendukung pengurangan emisi karbon yang menjadi komitmen kita bersama kepada internasional. Terlebih, Pemerintah telah menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89 persen pada 2030,” ujar Sulthani.

Baca juga : Dapatkan Tiket Gratis Pertamina Eco RunFest Dengan Tukarkan Poin MyPertamina

Ia menambahkan, Pertagas juga ikut mengejar target pengurangan emisi Pertamina Holding sebesar 1,6 juta metrik ton CO₂ pada 2025.

Target ini naik dari capaian tahun sebelumnya sebesar 1,09 juta metrik ton. Aksinya macam-macam. Mulai dari tanam mangrove, konservasi hutan adat, penghijauan area gundul, tanam pohon di perkotaan, sampai rehabilitasi terumbu karang dan konservasi flora-fauna.

Program jalan di banyak wilayah, seperti Pangkalan Brandan (Sumut), Bengkalis, Dumai (Riau), Muara Jambi, Banyuasin, Palembang, Prabumulih (Sumsel), Bontang (Kaltim), dan Indramayu (Jabar).

Di Pangkalan Brandan, Pertagas tanam 2.000 mangrove buat jaga pesisir dan cegah banjir.

Baca juga : Hari Anak Nasional, Pertagas Gencarkan Investasi Gizi Sejak Dini

Di Dumai, 1.000 mangrove ditanam demi jaga ekosistem laut. Khusus di Indramayu, dalam rangka Hari Mangrove Sedunia, Pertagas gandeng 275 siswa SMAN 1 Juntinyuat, Kelompok Tani Hutan Mangrove Junti Indah Lestari, dan beberapa pihak lain tanam 300 mangrove dan bersih-bersih Pantai Rembat, Juntinyuat, 18 Juli lalu.

Aksi ini juga didukung Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Jabar yang sumbang 200 bibit, Koramil Juntinyuat (150 bibit), dan Polres Juntinyuat. Mahasiswa KKN Universitas Wiralodra juga ikut turun tangan.

“Mangrove atau hutan bakau memiliki fungsi istimewa yaitu sebagai penyerap emisi karbon yang lebih efektif dibandingkan dengan hutan hujan atau lahan gambut,” imbuh Sulthani.

Di Riau, Pertagas tanam 1.000 pohon untuk konservasi hutan adat Kesumbo Ampai di Bengkalis. Sedangkan di Palembang, penanaman 400 pohon dilakukan bareng Pemda dan tokoh masyarakat di wilayah Sukomoro, 23 Juli lalu.

Baca juga : Kejujuran Akademik

Jenis pohon yang ditanam: bambu kuning, pinang, trembesi, dan tabebuya. “Pertagas akan terus melakukan penghijauan bumi secara berkelanjutan untuk mendukung tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan Masyarakat,” tandas Sulthani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.