BREAKING NEWS
 

Asetnya Tembus Rp 1.028 Triliun, Pengembangan Bank Syariah On The Track

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 19 Desember 2025 06:30 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan bank syariah nasional sudah on the track. Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset dan pembiayaan yang konsisten.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Oktober 2025 total aset perbankan syariah telah menembus Rp 1.028,18 triliun atau tumbuh 11,34 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perbankan syariah di Indonesia. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kinerja industri perbankan syariah terus mencatatkan pencapaian membanggakan dan menunjukkan ketahanan yang semakin kuat di tengah dinamika ekonomi. 

Baca juga : Hukuman Kerja Sosial Adil Dan Beri Efek Jera

“Tidak hanya dari sisi aset, kinerja positif tercermin pada pembiayaan yang mencapai Rp 685,55 triliun atau tumbuh 7,78 persen (yoy), serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 820,79 triliun yang meningkat 14,26 persen (yoy),” ujar Dian di Jakarta, Selasa (16/12/2025). 

Dian menambahkan, seluruh indikator tersebut merupakan nominal tertinggi sepanjang operasional perbankan syariah di Indonesia. Ini juga sejalan dengan ekspektasi membaiknya perekonomian nasional pada akhir 2025, yang diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun. 

“Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan arah kebijakan pengembangan perbankan syariah berada di jalur yang tepat,” tegasnya. 

OJK terus memastikan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 20232027 berjalan konsisten, guna mendorong pertumbuhan industri yang terakselerasi dan berkelanjutan. 

Baca juga : Gondol Piala Interkontinental, Tahun Ini Milik PSG

Menurut mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini, penguatan struktur industri melalui spin-off dan konsolidasi akan terus didorong sebagai katalis untuk melahirkan bank syariah dengan skala ekonomi (economic of scale) yang lebih memadai. 

Hal ini menjadi penting mengingat mayoritas Bank Umum Syariah (BUS) saat ini masih berada pada Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) 1, dengan modal inti hingga Rp 6 triliun. 

Dengan skala ekonomi yang lebih besar, lanjut Dian, bank syariah dapat memperluas pembiayaan, mengembangkan model bisnis yang lebih inovatif, meningkatkan efisiensi biaya. 

“Serta memperkuat infrastruktur Teknologi iInformasi (TI), dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” jelas Dian. 

Baca juga : MotoGP, KTM RC16 Motor Terkencang 2025

Ia menekankan, bank syariah juga perlu semakin lincah (agile) di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat, melalui pemanfaatan keunikan produk syariah, sinergi dengan bank induk, serta optimalisasi keuangan sosial syariah. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense