Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BNPB Dihujat Tak Berguna, Begini Kenyataan di Lapangan
“Berhari-hari Tak Pulang, Kami Menolong Korban…”
Kamis, 18 Desember 2025 08:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah derasnya hujatan warganet yang menyebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tak berguna, tim tanggap darurat tetap berjibaku di lapangan untuk membantu para korban bencana. Selama berhari-hari mereka tidak pulang demi terus menolong korban.
Fakta kerja tanpa lelah tim tanggap darurat ini dibagikan pemilik akun Instagram @lee_agustina. Dalam unggahannya, dia menceritakan pengalaman terjun langsung dalam berbagai penanganan bencana. Mulai dari longsor di Cilacap dan Banjarnegara, erupsi Gunung Semeru di Lumajang, hingga bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lee menerangkan, tim BNPB terus bekerja tanpa lelah. Meski tiap hari dihadapkan pada kondisi yang buat badan letih, tim tetap semangat memperbaiki tanggul, mengirimkan bantuan, dan bekerja di dapur umum, posko, gudang, hingga di jalan sesuai tugas masing-masing.
Baca juga : Kondisi Global Makin Tak Pasti, Gubernur BI Waspada
"Kadang tanpa listrik, tanpa sinyal, jauh dari keluarga, berhari-hari bahkan berminggu-minggu," ujar Lee, dalam unggahannya.
Lee sempat kesal ketika membaca berbagai hujatan warganet yang mencaci maki BNPB dengan umpatan seperti “nggak berguna BNPB” atau bahkan “sudah bubarin aja BNPB”.
Namun, rasa kecewa itu perlahan sirna saat ia kembali menyaksikan rekan-rekannya di lapangan bekerja tak kenal lelah. Tak jarang, mereka harus tidur seadanya di posko maupun gudang logistik di kantor kecamatan.
Baca juga : Prasyarat Menuju Ekonomi Tumbuh 8 Persen Sudah Lengkap
Lee menambahkan, banyak anggota tim yang telah berhari-hari bahkan berminggu-minggu meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas kemanusiaan. Padahal, keamanan mereka dan keluarganya juga terancam.
“Di antara kami ada yang masih cemas menanti kabar keluarga di kampung halaman yang juga terdampak. Di antara kami ada yang jatuh sakit karena kelelahan. Ada pula yang harus pulang karena mendapat kabar orang tua berpulang,” ungkap Lee.
Dalam kondisi serba terbatas itu, kata Lee, yang bisa mereka lakukan hanyalah saling menguatkan satu sama lain meski jarak memisahkan dengan keluarga.
Baca juga : Alfons Tanujaya: Medsos Banyak Beri Mudharat Buat Anak
Lee pun menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan dalam penanganan bencana. Dia menegaskan, seluruh tim telah bekerja semampu dan sekuat tenaga.
“Jangan hujat kami, apalagi keluarga kami. Kami sedang berjuang, sebisa kami, semampu kami,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya