BREAKING NEWS
 

Asetnya Tembus Rp 1.028 Triliun, Pengembangan Bank Syariah On The Track

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 19 Desember 2025 06:30 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

 Sebelumnya 
“Ketiga inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat karakteristik perbankan syariah, yang berorientasi pada pembangunan sosial-ekonomi dan meningkatkan inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. 

Untuk itu, OJK akan terus mengawal pengembangan perbankan syariah nasional agar tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 

Pandangan serupa disampaikan Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan. Menurutnya, capaian aset perbankan syariah yang menembus Rp 1.028,18 triliun mencerminkan percepatan pertumbuhan yang kuat. 

Baca juga : Hukuman Kerja Sosial Adil Dan Beri Efek Jera

“Ke depan, tidak cukup hanya fokus pada aspek teknis, bisnis, dan manajemen. Potensi pengembangan produk perbankan syariah lainnya juga perlu dioptimalkan,” ujarnya. 

Trioksa menilai, dukungan Pemerintah dan para pemangku kepentingan sangat krusial, terutama melalui kebijakan yang mendorong konsolidasi bank syariah, kemudahan regulasi, serta penguatan kelembagaan untuk mempercepat pertumbuhan aset dan bisnis. 

Adsense

Sementara, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya memproyeksi, total aset keuangan syariah akan meningkat dari Rp 3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp 3.508 triliun pada 2026, atau tumbuh sekitar 14,8 persen. 

Baca juga : Gondol Piala Interkontinental, Tahun Ini Milik PSG

“Ekonomi dan keuangan syariah diyakini menjadi bagian integral dari dorongan pertumbuhan nasional,” ujarnya. 

Meski kedalaman pasar keuangan masih terbatas, Banjaran menilai momentum pertumbuhan keuangan syariah Indonesia justru semakin kuat. 

Aset perbankan syariah diproyeksikan menembus Rp 1.205 triliun, dengan pembiayaan sekitar Rp 794 triliun atau tumbuh hampir 11,9 persen, serta DPK mencapai Rp 952,9 triliun dengan pertumbuhan 12,55 persen. 

Baca juga : MotoGP, KTM RC16 Motor Terkencang 2025

“Pertumbuhan aset, pembiayaan, dan DPK yang konsisten dua digit menunjukkan kepercayaan dan preferensi masyarakat yang terus menguat,” tuturnya. 

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat tantangan, mulai dari risiko global, kedalaman pasar keuangan yang terbatas, hingga kebutuhan penciptaan lapangan kerja berkualitas. 

“Namun, Indonesia memiliki peluang besar memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat dan inklusif pada 2026,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense