Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PSG meraih sextuple alias enam trofi dalam satu tahun, mengikuti jejak Barcelona dan Bayern Munchen. Misi PSG terus menciptakan sejarah setiap tahunnya.
Tahun ini milik Paris Saint-Germain (PSG). Les Parisiens menggenapkan trofi yang diraihnya pada tahun ini menjadi enam. Kepastian itu datang usai PSG menggondol Piala Interkontinental 2025.
PSG mengalahkan kampiun Copa Libertadores, Flamengo di Ahmad bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar. Kedua tim imbang 1-1 sampai perpanjangan waktu, sampai PSG akhirnya menang pada adu penalti.
Baca juga : MotoGP, KTM RC16 Motor Terkencang 2025
Kemenangan tersebut melengkapi tahun bersejarah PSG.
Pasukan Luis Enrique itu mencatatkan sextuple alias meraih enam trofi dalam satu tahun. PSG sempurna betul dengan menyapu bersih trofi di kompetisi domestik dengan menjuarai Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions. Mereka meraih titel Liga Champions untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Inter Milan di final. PSG juga menjuarai Piala Super Eropa 2025. Marquinhos dkk menaklukkan juara Liga Europa, Tottenham Hotspur, untuk mengangkat trofi.
Kesuksesan ini menjadikan PSG sebagai tim ketiga yang pernah memenangi sextuple dalam sejarah. Mereka mengikuti jejak Barcelona dan Bayern Munchen.
Baca juga : Radio Tua Di Bukit Rata, Pengabar Pertama Bencana Aceh Tamiang
Barcelona meraih sextuple pada 2009 bersama Pelatih Pep Guardiola. Sementara Bayern, di tangan Hansi Flick mengukir prestasi tersebut pada 2020.
“Kami boleh bangga dengan diri kami sendiri. Kami main luar biasa menghadapi lawan yang berat,” ujar gelandang PSG Warren Zaire-Emery.
“Sekarang kami harus terus seperti ini, karena bagian terberat dari musim ini masih akan datang,” imbuhnya.
Baca juga : Ada yang Politisasi Bencana di Aceh
Adapun Enrique menegaskan, fokus timnya tetap pada pencapaian sejarah yang dimulai musim lalu.
“Misi kami mencatatkan sejarah, dan kami ingin terus melakukannya. Setiap final berbeda. Flamengo tim yang sangat bagus, laga sangat ketat, ini final yang sulit,” tutup eks pelatih AS Roma dan Barcelona itu. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya